Wabup Rofi Tegaskan Gaji dan Tunjangan Perawat Tidak Boleh Dibayar Terlambat

  • Bagikan
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas untuk fokus menangani masalah gaji dan tunjangan para tenaga medis terutama perawat, agar tidak terlambat dibayar. Ist
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas untuk fokus menangani masalah gaji dan tunjangan para tenaga medis terutama perawat, agar tidak terlambat dibayar. Ist

SAMBAS, insidepontianak.com -Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas untuk fokus menangani masalah gaji dan tunjangan para tenaga medis terutama perawat, agar tidak terlambat dibayar.

Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri Musyawarah Daerah IV Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sambas dan Seminar Keperawatan bertajuk “Perawat Hebat, Masyarakat Sehat, Menuju Sambas Berkemajuan, Sabtu (27/11/2021).

“Saya minta jangan ada lagi tunjangan dan hak-hak lainnya yang terlambat untuk perawat. Saya minta Kepala Dinas dan para Kepala Bidang di Dinas Kesehatan, fokus tangani tunjangan dan gaji para tenaga medis ini, jangan sampai terlambat haknya disalurkan, itu paling penting,” tegasnya.

Wabup Fahrur Rofi mengatakan, dia sudah mendengar aspirasi dari perawat dan menyadari banyak keluhan tentang hak-hak perawat yang terlambat dibayarkan. Untuk itu dia minta Dinas Kesehatan agar fokus dan memprioritaskan hak perawat untuk diselesaikan.

“Kami menyadari banyak keluhan dari kawan-kawan perawat tentang tunjangan yang terlambat dibayar. Kita hari ini sedang dihadapkan dengan situasi sulit, beberapa kali refocusing anggaran, tapi tidak menutup kreatifitas kita untuk saling menguatkan. Kita sedang berupaya untuk mencari slot lain agar hak yang belum diberikan tersebut bisa terpenuhi,” katanya.

Wabup Fahrur Rofi mengatakan, perawat sebagai garda terdepan penanganan pandemi Covid-19 harus diberikan apresiasi yang setimpal dengan beban pekerjaan mereka. Terutama gaji mereka yang tidak boleh dibayar terlambat.

Sebab sambung dia, di masa pandemi Covid-19 saat ini, hak perawat sangat penting sebagai apresiasi dan menjaga semangat mereka dalam melayani masyarakat.

“Perawat adalah ujung tombak penanganan pandemi Covid-19. Karenanya apresiasinya harus setimpal untuk menjaga semangat mereka,” pungkasnya. (Yak)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: