Destinasi Alam Tersembunyi Likupang yang Cocok Buat Libur Akhir Tahun

  • Bagikan
Pantai Pulisan (Instagram @angga.r.setiadi)
Pantai Pulisan (Instagram @angga.r.setiadi)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menjadi salah satu destinasi super prioritas Indonesia, hidden gem Likupang Sulawesi Utara jadi salah satu bucket list yang cocok dikunjungi saar liburan akhir tahun 2021, usai PPKM Level 3 diturunkan.

Likupang jadi destinasi eksotis Indonesia, yang cocok untuk healing, melipir sejenak dari kepenatan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Hanya berjarak 48 kilometer dari kota Manado, Likupang menyajikan hamparan perbukitan hijau, pantai pasir putih murni, ekosistem yang masih terjaga, termasuk hidden gem atau keindahan alam tersembunyi Likupang yang wajib dikunjungi.

Untuk bisa mengunjungi Likupang, wisatawan bisa terbang dari bandara domestik mana saja menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.

Selanjutnya menempuh perjalanan berdurasi 1,5 jam menuju Likupang Timur. Setelah tiba di Likupang, wisatawan bisa langsung mulai menjelajahi keelokan pariwisata alami dengan jarak tempuh yang nyaman.

Berikut ini hidden gem Likupang tersembunyi yang wajib didatangi, mengutip Suara.com, Sabtu (27/11/2021).

1. Bukit Larata, Bukit Ilalang, Pantai Kinunang, dan Gunung Dua Basudara

Bukit Larata terletak di ujung Desa Kinunang, sebelum pintu masuk menuju Pantai Kinunang.

Terdapat pos penjaga tempat wisata yang akan menarik tiket masuk ke Bukit Larata dan Pantai Kinunang, yaitu Rp 40.000 per mobil dan Rp 20.000 per sepeda motor.

Menuju puncak, turis dapat menemukan hamparan laut dengan Gunung Dua Basudara yang menjulang di kejauhan.

Bukit Larata memiliki keindahan pemandangan bukit savana serupa lukisan, dengan padang rumput yang berpadu dengan pemandangan laut.

Setelah tiba di puncak Bukit Larata, turis hanya perlu melangkah sekitar 15 menit untuk menemukan surga pecinta wisata pantai.

Salah satunya pantai Kinunang, yang posisinya sejajar dengan pantai Pal, sehingga dapat menikmati air laut berwarna gradasi biru tosca cantik dengan sunyi dan tenang.

Pada tahun 2007, Penyu Hijau ditemukan di pantai ini, sehingga membuat kagum World Wildlife Fund Indonesia.

2. Pulau Lihaga

Destinasi nirwana tersembunyi di Likupang berikutnya adalah Pulau Lihaga. Dengan menempuh jarak 15 menit dari Pelabuhan Serai di Desa Serai, Likupang Barat, turis dapat menyewa kapal mulai dari Rp 500.000 untuk 6 penumpang, hingga Rp 800.000 untuk 20 penumpang.

Pulau Lihaga ditumbuhi berbagai macam vegetasi, mulai dari semak hingga pepohonan tropis. Pada bagian belakang pulau, turis akan merasakan pengalaman menikmati pantai alami dengan suasana kebun botani.

Beragam fasilitas telah tersedia untuk mengoptimalkan momen liburan, mulai dari pondokan penginapan, musholla, hall pertemuan outdoor untuk penyelenggaraan acara, fasilitas penyewaan perahu kano, dan pelampung, sehingga cocok menjadi pilihan berlibur bagi keluarga Indonesia.

3. Pantai Pulisan

Salah satu keunikan dari Pantai Pulisan adalah banyaknya toko cinderamata dan pusat suvenir yang tidak dapat ditemukan oleh turis di kota lain.

Pohon kelapa di pantai ini pun menjadi bahan dasar berbagai cinderamata unik yang dijajakan oleh warga sekitar kepada parsa turis, seperti pajangan atau hiasan, tempat sabun, asbak, miniatur kapal, tempat lilin, gelas, dan masih banyak lagi.

Pantai ini cukup terkenal dan telah dikembangkan oleh pemerintah setempat sebagai tempat wisata.

Bagi yang hendak bertamasya bersama keluarga, banyak tersedia gazebo kecil untuk duduk-duduk dan bersantai. Gazebo pun dapat dinikmati mulai harga sewa Rp 150.000.

Turis yang ingin merasakan adrenaline yang lebih menantang, hanya berjarak 3-5 menit dari Pantai Pulisan, terdapat Pantai Panjang.

Meskipun berlokasi di kawasan yang sama, tetapi kepribadian kedua pantai ini berbeda, sehingga turis manapun akan dapat menikmati pantai sesuai dengan keinginan hati masing-masing.

4. Sungai Mangrove di Desa Sarawet

Setelah puas menikmati bukit dan pantai, destinasi wisata berikutnya adalah Sungai Mangrove di Desa Sarawet.

Di sungai ini, turis dapat merasakan wisata susur sungai dengan menaiki perahu tradisional yang digerakkan dengan dayung.

Harga sewa untuk naik perahu mengikuti wisata susur sungai ini hanya Rp50.000 per orang dengan durasi sesuka hati.

Kemudian, salah satu keunikan wisata sungai mangrove adalah kekayaan flora. Terdapat 15 jenis mangrove yang tumbuh di sepanjang Desa Sarawet.

Jenis mangrove tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu lokasi penelitian dan pengambilan sampel mangrove yang paling penting di Sulawesi Utara.

Ketika wisata susur, tidak lupa turis dapat mengucapkan impian ke Pohon Berdoa, yaitu sebuah pohon mangrove di pinggir sungai yang digantungi dengan pita-pita merah mencolok.

Nah itu destinasi alam tersembunyi Likupang Sulawesi Utara yang bisa jadi pertimbangan kalian jika ingin menghabiskan akhir tahun di tempat yang jarang terjamah.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: