Kasus DBD di Bengkayang Meningkat, 81 Kasus Warga Terjangkiti

  • Bagikan
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Bengkayang, Nanang Karyawansyah
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Bengkayang, Nanang Karyawansyah.Ist

BENGKAYANG, Insidepontianak.com – Meski kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bengkayang kini mulai landai dan alami penurunan. Namun, hal tersebut nampaknya tak berlaku untuk kasus Demam Berdarah Dangue (BDB).

Pasalnya, di Kabupaten Bengkayang tahun ini. Kasus DBD mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Bengkayang, Nanang Karyawansyah membenarkan jika kasus DBD pada tahun ini sedang alami peningkatan jumlah kasus dari tahun sebelumnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang ia terima, untuk jumlah kasus pada tahun lalu berjumlah 57 kasus. Sedangkan untuk kasus di tahun 2021 hingga 29 September kini berjumlah 81 kasus dengan kasus satu orang meninggal.

“Untuk kasus meninggal berada di Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang,” katanya, Senin (29/11/2022).

Dan katanya, puskesmas yang menangani kasus terbanyak DBD juga di Puskesmas Kecamatan Bengkayang.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan upaya dan antisipasi, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan abatisasi.

“Untuk saat ini kita telah melakukan fogging dibeberapa daerah. Terutama di Kelurahan Sebalo dan sungai nyamuk,”ucapnya.

Nanang berpesan, masyarakat dihimbaunya untuk menjaga kebersihan disekitar area rumah dan memberantas sarang nyamuk di area yang lembab. agar terhindar dari Demam Berdarah Dangue (BDB). (Baruna)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: