Fraksi-fraksi DPRD Kalbar Sepakati Raperda APBD 2022

  • Bagikan
Gubernur Kalbar, Sutarmidji
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menerima nota pandangan akhir Fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Pemprov Kalbar, Selasa (30/11/2021). (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Delapan Fraksi DPRD Kalimantan Barat, menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD tahun 2022. APBD Kalbar tahun 2022 dipatok Rp5.684.417. 499.951.

“Setelah mencermati dan ikut membahas dan melakukan konsultasi ke Menteri Dalam Negeri, maka, Fraksi Nasdem menyatakan dapat menerima dan menyetujui raperda APBD 2022 untuk menjadi Perda,” kata Juru bicara Partai Nasdem, Fransiskus Suwondo.

Dia berharap, APBD tahun 2022 ini dapat dipergunakan dengan optimal untuk pembangunan Kalbar.

Senada, Partai Golkar juga menerima Raperda APBD tahun 2022 untuk disahkan menjadi Perda. Namun demikian, Golkar memberikan catatan, agar Pemerintah Provinsi Kalbar dapat mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemprov Kalbar juga diingatkan untuk melakukan perencanaan matang, sebelum melakukan gonta-ganti jabatan OPD.

“Mutasi jabatan sering kali menggau aktivitas OPD. Sehingga pekerja yang sebelumnya direncanakan harus dimulai dari awal lagi,” ucap juru bicara Partai Golkar.

Senada dengan Golkar. Fraksi Partai PDI Perjuangan, juga menerima Raperda APBD dengan catatan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Minsen melihat belum melihat ada terobosan memasuki empat tahun kepemimpinan Sutarmidji-Ria Norsan dalam meningkatkan PAD. Sebab, PAD Kalbar tetap saja rendah, jika dibandingkan potensi pendapatnya.

“Untuk itu, kita mendorong agar Pemprov menghilangkan cara konvensional menggantinya dengan cara-cara progresif memanfaatkan teknologi,” tutup Minsen.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: