Karang Taruna dan Pokdarwis Desa Temajuk Sediakan Beragam Souvenir Wisatawan

  • Bagikan
Souvenir Wisata Temajuk
Pendampingan pembuatan souvenir di Desa Temajuk oleh Poltesa. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Warga Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, siap menerima para wisatawan dari lokal maupun mancanegara. Beragam souvenir berbahan lokal telah disediakan sebagai kenang-kenangan bagi para pelancong.

Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Temajuk melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah mengembangkan beragam souvenir berbahan lokal.

“Beragam souvernir yang dibuat berupa gantungan kunci, aksesoris gelang dan kalung dari bahan lokal seperti kerang, tempurung kelapa dan kayu tersedia bagi wisatawan sebagai kenang-kenangan,” kata Dosen Manajemen Bisnis Pariwisata, Politeknik Negeri Sambas, Hikmah Trisnawati, Rabu (1/12/2021).

Hikmah selaku ketua pelaksana pelatihan membuat souvenir, dibantu rekannya Tendi Antopani dengan jeli melihat peluang bisnis bagi masyarakat lokal di Desa Temajuk. Dia mengatakan, keterlibatan Pokdarwis dan Karang Taruna merupakan wujud sapta pesona.

Sapta pesona adalah konsep pengembangan pariwisata yang sudah lama digalakkan. Di mana, masyarakat lokal dilibatkan langsung dalam pengembangan wisata berbasis inovasi dan kreasi.

Hikmah menjelaskan, proses pembuatan souvenir berbahan lokal sangat sederhana. Pertama, melakukan pengumpulan dan klasifikasi potensi bahan, lalu melakukan pengeboran, penempelan, pengeleman dan pewarnaan agar lebih menarik.

“Teknik pembuatannya juga sangat mudah. Mengingat keterbatasan listrik di siang hari, maka pengeboran dapat dilakukan pada malam hari, kemudian cara lain, dengan membuat lubang pada kerang menggunakan batu asah,” katanya.

Hikmah mengatakan, teknik menyimpul tali untuk pembuatan gelang dan kalung juga cukup mudah. Tak butuh waktu lama untuk mengajarkan warga sampai bisa memproduksi sendiri souvenir berbahan lokal tersebut.

Peserta pelatihan sebagian besar adalah remaja dari Karang Taruna dan Pokdarwis sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat perlu diberdayakan.

Hikmah mengatakan, souvenir hadir sebagai pelengkap dalam suatu perjalanan wisata yang merupakan bagian dari kenangan. Sejauh ini sulit menemukan souvenir bagi wisatawan yang sebetulnya pembuatannya mudah, murah, dan bernilai ekonomis.

“Banyaknya potensi lokal sangat disayangkan jika hanya dibiarkan begitu saja. Saya harap ke depannya, penyediaan souvenir bagi desa wisata Temajuk tidak hanya berhenti saat menerima pelatihan, akan tetapi tetap berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Temajuk, Syamsiar dan Pokdarwis, Wiki Hendri Pokdarwis berkomitmen mengembangkan souvenir berbahan lokal dengan berbagai variasi. Mereka berharap, dengan pendamping para ahli dari Poltesa, segala sumber daya yang tersedia di alam bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: