Curi Amplifier, Dua Remaja Desa Payak Kumang Diamankan Polisi

  • Bagikan
Dua remaja asal Kabupaten Ketapang AG (18) dan DO (18) ditangkap usai berhasil diungkap pencurian Amplifier di beberapa Masjid di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang
Dua remaja asal Kabupaten Ketapang AG (18) dan DO (18) ditangkap usai berhasil diungkap pencurian Amplifier di beberapa Masjid di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Ist

KETAPANG, insidepontianak.com – Dua remaja asal Kabupaten Ketapang AG (18) dan DO (18) harus mengakhiri pertualangan mereka, setelah pihak kepolisian dari Polsek Kendawangan, Polres Ketapang berhasil mengungkap kasus pencurian Amplifier di beberapa Masjid di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan pengurus masjid yang tak bisa mengumandangkan azan melalui alat pengeras suara , karena hilang dicuri.

Kepolisian setempatpun langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pencurian amplifier yang sudah meresahkan warga.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, kita ketahui bahwa pelakunya adalah dua remaja yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Paya Kumang Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang,” ujar Kapolsek Kendawangan, IPTU Indrawan, Kamis (02/12/2021).

Bahkan menurutnya, kedua pelaku diketahui sudah beberapa kali melakukann aksi mencuri Amplifier Masjid.

Tim Polsek Kendawangan yang mendapatkan laporan, bekerja sama dengan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Ketapang langsung melakukan penyelidikan di lapangan dan mendapatkan petunjuk yang mengarah kepada kedua pelaku.

Lalu pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021 sekitar pukul 19.00 WIB, Petugas mengamankan kedua pelaku di rumah kontrakannya serta barang bukti berupa tiga unit amplifier merek BMB dari tangan pelaku.

“Sudah kita amankan kedua pelaku ini beserta barang bukti ke Mapolres Ketapang. Tidak hanya sampai disini saja, tentunya kami akan melakukan pengembangan terkait kasus ini karena tidak menutup kemungkinan adanya peristiwa pencurian lainnya yang sudah dilakukan oleh kedua pelaku dan akibat perbuatannya,“ ungkap Indrawan.

Kedua pelaku bisa dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Fauzi)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: