Gubernur Sutarmidji Ajak Semua Elemen Jaga dan Pelihara DAS Kapuas

  • Bagikan
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menjadi Narasumber dalam Webinar dengan mengangkat tema ‘Memahami Kondisi Lanskap Sub DAS Ketungau, Melawi dan Kapuas Hulu dan Dampak pada Banjir Sintang’ yang diselenggarakan oleh Yayasan Natural Kapita Indonesia, di Ruang Analisis Data, Jumat (3/12/2021).

Dalam paparannya, Gubernur Sutarmidji menjelaskan ketinggian air Sungai Kapuas dari hulu hingga ke hilir sekitar 38 meter dari Danau Sentarum hingga ke Muara Jungkat dan itu sangat landai, sehingga pembuangan air ke laut harus dijaga dengan baik.

“Banjir akan terjadi jika mulut laut tersumbat, seperti yang ada di Kabupaten Sekadau, dimana sedimentasinya sangat tinggi, sehingga air yang akan keluar di menjadi terhambat di Kabupaten Sintang,” jelas Sutarmidji.

Gubernur Sutarmidji mengatakan sedimentasi terjadi karena sudah 4 tahun tidak ada aktivitas pengerukan alur muara sungai. Empat tahun lalu kewenangan pengerukan sungai dipegang oleh PT. Pelindo II, kemudian beralih kewenangan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Semenjak dialihkan ke Kementerian Perhubungan tidak pernah dilakukan pengerukan sekali pun. Tahun 2020 kewenangan tersebut  dipindahkan lagi ke PT. Pelindo II, tapi karena core business PT. Pelindo II tidak lagi mengurus Pelabuhan Dwikora, tetapi sudah berfokus ke Pelabuhan Internasional Kijing,” katanya.

Gubernur juga mengatakan jika 2-3 tahun lagi tidak ada pengerukan, maka air yang berada di daratan akan lambat kembali ke lautan.

“Jika tidak ada pengerukan muara sungai, maka air akan tetap berada di daratan, itu yang menyebabkan lambatnya air surut di daratan,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, 70 persen DAS Kapuas sudah rusak, sehingga diperlukan perhatian dari masyarakat maupun perusahaan untuk menjaga lingkungan di Kalbar.

“Pemerintah, masyarakat, dan perusahaan bersama-sama  melakukan penghijauan dan memperbaiki lingkungan, serta juga memperhatikan masalah penyebab terjadinya sedimentasi dan lain sebagainya,” ajaknya.

Kepala Dinas LHK Prov Kalbar mengatakan akan melakukan penanganan pasca banjir dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, seperti pengerukan dari hilir Sungai Kapuas.

“Pengerukan harus dilakukan terutama di hilir Sungai Kapuas dan Simpang Sungai Kapuas yang biasanya terjadi pendangkalan akibat lahan-lahan yang kritis dari kegiatan usaha,” ujar Adi Yani.

Adi Yani menyebut lahan-lahan kritis juga akan ditangani seperti melakukan penghijauan dan membuat lokasi pembibitan.

“Tidak hanya di daerah rawan banjir saja, tetapi di seluruh wilayah Kalbar diwajibkan untuk membuat lokasi pembibitan yang dilakukan oleh instansi terkait maupun pelaku-pelaku usaha,” tutup Kepala Dinas LHK Kalbar. (Ril)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: