Tren Digital Nomad Mulai Berkembang di Indonesia, Penasaran?

  • Bagikan
Ilustrasi digital nomad. (pexels.com/Alexandr Podvalny)
Ilustrasi digital nomad. (pexels.com/Alexandr Podvalny/Suara.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pembatasan perjalanan masih dilakukan ke beberapa negara. Hal ini membuat masyarakat Indonesia akhirnya berada pada fase menikmati destinasi dalam negeri, terutama tujuan outdoor di alam terbuka.

Pengalaman autentik dengan suguhan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal merupakan hal yang dicari oleh para wisatawan saat ini. Untuk melihat bepergian baik di dalam, maupun luar negeri yang kini telah berubah, Bobobox menghadidkan Bobobox Market Outlook Outdoor Travel Experience yang digelar di Jakarta, dikutip Suara.com, Selasa (30/11/2021).

CEO Bobobox Indonesia, Indra Gunawan, memaparkan jika saat ini, masyarakat mulai menggunakan istilah ‘Staycation’ dan ‘Work From Hotel’ sebagai ungkapan berlibur di hotel dan bekerja dari hotel di dalam kota di mana seseorang tinggal.

“Selain itu, tren digital nomad juga semakin berkembang di masa pandemi ini. Digital nomad adalah kondisi di mana seseorang dapat bekerja tanpa terikat waktu dan tempat. Tidak hanya sekadar ‘pindah tempat kerja’, digital nomad ternyata juga memberikan kita kesempatan untuk bekerja sambil liburan,” jelas dia.

Misalnya bekerja sambil menikmati pantai, gunung, dan keindahan alam di setiap destinasi yang dikunjungi untuk bekerja. Digital nomad pun terdiri dari dua tipe, yaitu workation dan bleisure.

Workation jelas dia adalah penggabungan antara bekerja dan liburan, sementara bleisure lebih pada business and leisure. Intinya, kedua tipe digital nomad tersebut tetap sama-sama mendatangkan wisatawan untuk bekerja di destinasi tujuan.

“Tren digital nomad inilah yang dimanfaatkan berbagai negara untuk menarik kunjungan wisatawan, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan tren digital nomad digadang-gadang menjadi salah satu cara meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Alexander Nayoan menyampaikan jika outdoor experience ini akan menjadi primadona bagi millenials nantinya sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut lagi.

“Dalam hal ini, peran PHRI adalah mempromosikan Prokes 3M kepada pengusaha akomodasi, mengimbau penggunaan aplikasi Peduli Lindungi kepada wisatawan, serta memberi
masukan-masukan kepada pemerintah sehingga kedepannya dapat memajukan sektor pariwisatakhususnya outdoor travel experience,” ujar dia.

Hal inilah yang membuat Bobobox melalui BoboCabin optimis dalam membawa authentic-localized-experience dari destinasi-destinasi wisata Indonesia kepada para wisatawan dalam negeri dan mancanegara nantinya. Sehingga pemulihan pariwisata Indonesia di 2022 dapat segera tercapai.

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: