Moeldoko Sebut Pembatalan PPKM Level 3 Nataru Kebijakan Gas dan Rem Presiden

  • Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Pemberlakukan PPKM level 3 jelang Natal dan Tahun Baru dibatalkan. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut, pembatal PPKM level 3 di semua daerah ini merupakan kebijakan “gas dan rem presiden”. Disesuaikan perkembangan data terkini Covid-19.

“Kebijakan menginjak gas dan menarik rem idealnya disesuaikan dengan perkembangan data terkini Covid-19,” kata Moeldoko, dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari Suara.com, Selasa (7/12/2021).

“Untuk itu, gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai dengan perkembangan Covid-19 di hari-hari terakhir,” timpal Moeldoko.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional saat Natal dan Tahun Baru atau Nataru, yakni tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tapi dengan beberapa pengetatan.

Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

Menurut Moeldoko, meskipun PPKM level 3 batal diterapkan di semua daerah saat Nataru, pemerintah tetap akan menerapkan sejumlah pembatasan.

“Untuk acara-acara kerumunan masyarakat yang diizinkan maksimal berjumlah 50 orang. Pertandingan olahraga tetap tidak boleh ada penonton, dan operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop juga dibatasi hanya 75 persen,” ujar Moeldoko.

Selain itu, kata Moeldoko, pelaku perjalanan jarak jauh wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19, baik melalui PCR atau antigen.

“Jadi Presiden satu sisi memberikan kelonggaran, tapi pada sisi yang lain memberikan penekanan atas protokol kesehatan,” katanya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: