Ini Sanksi Bagi PNS dan Pegawai BUMN yang Nekat Cuti saat Nataru 2022

  • Bagikan
Sanksi atau hukuman menanti bagi PNS dan pegawai BUMN yang nekat liburan Nataru. Ist
Sanksi atau hukuman menanti bagi PNS dan pegawai BUMN yang nekat liburan Nataru. Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Setelah beredarnya SKB Tiga Menteri yang paling baru, terkait dengan cuti Nataru untuk ASN dan pegawai BUMN, maka sah pula bahwa ASN dan pegawai BUMN tidak diperbolehkan mengambil cuti. Tentu, ada hukuman PNS dan pegawai BUMN yang nekat cuti saat Nataru nanti.

Pemberlakuan larangan cuti ini dimulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, yang merupakan periode umum liburan Nataru di Indonesia. Lantas, apa hukuman PNS dan pegawai BUMN yang nekat cuti saat Nataru?

Mengacu pada PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, ada beberapa hukuman PNS dan pegawai BUMN yang nekat cuti saat Nataru.

Hukuman PNS dan Pegawai BUMN yang Nekat Cuti saat Nataru 2022

Ada tiga tingkat hukuman PNS dan pegawai BUMN yang nekat cuti saat Nataru. Mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang hingga berat.

Berikut penjelasan yang dirangkum Suara.com:

1. Hukuman Disiplin Ringan

Seperti namanya sifat dari hukuman ini adalah ringan. Bentuk dari hukuman disiplin ringan ini adalah teguran lisan, kemudian teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Meski dikatakan ringan, namun tetap akan jadi PR jika sampai PNS atau pegawai BUMN menerima surat ini.

2. Hukuman Disiplin Sedang

Setelah derajat hukuman disiplin ringan, ada hukuman disiplin sedang yang bisa diterima oleh orang yang melanggar ketentuan ini.

Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%, selama 6 bulan.
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%, selama 9 bulan.
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%, selama 12 bulan.

Cukup lumayan ya jika mengingat yang dipotong adalah tunjangan kinerja. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, dimana semua tunjangan sudah mulai berkurang secara umum. Tentu akan jadi perhatian lebih besar bagi Anda, PNS atau pegawai BUMN yang ingin nekat cuti.

3. Hukuman Disiplin Berat

Seperti namanya hukuman ini didesain sebagai ganjaran atas pelanggan yang dilakukan dan dianggap sudah melewati taraf normal. Hukuman disiplin berat antara lain :

Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan.
Pembebasan dari jabatasannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan.
Pemberhentian secara hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Tentu saja dengan persiapan hukuman yang seberat ini, idealnya PNS dan pegawai BUMN akan menepati aturan yang sudah dilaksanakan, bukan?

Meski demikian, hukuman ini hanya diterapkan pada orang-orang yang dengan sengaja melanggar tanpa pertimbangan lebih jauh.

Semoga sedikit ulasan terkait dengan hukuman PNS dan pegawai BUMN yang nekat cuti saat Nataru bisa jadi tulisan yang berguna untuk Anda!

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: