Stafsus Menkumham Minta Satker Kalbar Berikan Pelayanan Terbaik

  • Bagikan
Rapat koordinasi
Rapat koordinasi (Rakor) capaian kinerja tahun 2021, di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Senin (13/12/2021).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Bidang Transformasi Digital, Fajar BS Lase meminta seluruh satuan kerja (Satker) di wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, berbenah dan menjadi role model dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan yang baik diperlukan untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kepala Satker harus memberikan penguatan dan transfer ilmu dan visi kepada seluruh jajaran yang paling rendah,” pesan Fajar BS Lase dalam rapat koordinasi (Rakor) capaian kinerja tahun 2021 di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Senin (13/12/2021).

Dia juga menyampaikan, sesuai intruksi Presiden, Reformasi Birokrasi (RB) harus dilakukan dengan pola pikir yang baru dan budaya kerja yang lebih baik.

“Kita harus memahami visi Presiden. Yaitu terwujudnya Indonesia maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong,” terangnya.

Kemenkumham diminta, mampu menerjemahkan Visi Presiden dengan tepat, inovatif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kakanwil Kemenkumham Kalbar, Fery Monang Sihite mengatakan, awalnya pihaknya mengusulkan 15 Satker untuk mengikuti penilaian. Namun, setelah melalui proses administrasi, hanya tujuh yang masuk melalui penilaian TPI.

“Kanim Singkawang telah mendapat predikat WBBM dan Kanwil Kemenkumham Kalbar sudah mendapatkan WBK. Artinya pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan tagline kami, yaitu, terdepan dalam pelayanan,” kata Fery Monang Sihite.

Kakanwil juga menjelaskan terdapat tiga aspek penting yang harus dimiliki petugas di masing-masing Satker dalam menjalankan tugasnya. Yaitu, memiliki kecerdasan emosional, kognitif dan spiritual. Kemudian semangat, dan terakhir adalah integritas.

“Karena esensi WBK dan WBBM adalah merubah mindset dan culture set,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: