Kaesang dan Gibran Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan Pencucian Uang dari Grup SM

  • Bagikan
Gibran
Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. (@janethesss/instagram/suara.com)

JAKARTA, insidepontianak.com – Dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dilaporkan ke Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK, atas dugaan tindak pidana pencucian uang. Kaesang dan Rakabuming disinyalir memiliki relasi bisnis dengan perusahaan PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH) milik grup bisnis  SM yang terlibat pembakaran hutan.

SM diduga merupakan Grup Sinarmas. Ini diketahui Insidepontianak.com, berdasarkan penelusuran di berbagai jejak digital. Dilansir dari Kontan.co.id, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mejadi satu bagian bersama PT BMH, dalam program kesiapsiagaan mendukung upaya pemerintah mencegah dan menanggulangi karhutla pada musim kemarau 2020.

Pada 2015, manajemen PT BMH menjadi tersangka karena kasus kebakaran lahan. Dilansir dari laman CNN Indonesia, pelapor dua putera Presiden itu, adalah Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga merupakan aktivis ’98, Ubedilah Badrun.

Ubedilah menyebut, penanganan kasus pidana PT MBH karena membakar lahan tidak jalan. Sehingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggugat melalui jalur perdata, dengan menuntut ganti kerugian Rp7,9 triliun. Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan ganti rugi Rp78,5 miliar.

“Itu terjadi pada Februari 2019, setelah anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” kata Ubedilah.

Dugaan KKN yang melibatkan dua putra Jokowi dan anak petinggi PT SM berinisial AP disebut sangat jelas. Ada suntikan modal puluhan miliar dari perusahaan yang terafiliasi dengan PT SM.

“Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu kemudian anak Presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis Rp92 miliar,” ucap Ubedilah.

Atas dasar itu, Ubedilah menyatakan patut diduga telah terjadi KKN antara Grup SM dengan anak-anak Presiden yang dampaknya secara langsung telah merugikan keuangan negara, dan secara tidak langsung di saat yang sama telah memperkaya anak-anak Presiden. Gibran sendiri, mengaku siap diproses dalam kasus tersebut. Wali Kota Solo ini, menyatakan akan penuhi panggilan KPK.

“Silakan laporkan. Kalau salah, ya saya siap. Siap dipanggil. Cek aja,” ujar Gibran dilansir dari Inilah.com

Gibran sendiri mengaku belum mengetahui kasus apa yang menjadi bahan laporan pihak pelapor ke KPK. Karena dia akan mengecek kembali laporan tersebut.

“Nanti tak kroscek sama Kaesang, ya,” ucap Gibran.

Soal hubungan relasi bisnisnya terhadap perusahaan Grup SM, Gibran enggan berkomentar.

“Nanti tanya Kaesang, ya,” tutupnya.

KPK Benarkan

Pelaksana tugas atau Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan laporan ini, pascamelakukan kroscek di batian persuratan KPK

“Informasi yang kami terima, benar hari ini telah diterima bagian persuratan KPK,” kata Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Suara.com, Senin.

Dia menegaskan, KPK sangat mengapresiasi pihak-pihak yang terus gigih mengambil peran pemberantasan korupsi. Setiap laporan akan ditindaklanjut. Namun dia menggarisbawahi. Penangaan pelaporan akan sesuai mekanisme.

“Tentu dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan ini. Verifikasi untuk menghasilkan rekomendasi, apakah aduan tersebut layak untuk ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan,” ucap Ali.

Menurutnya, proses verifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan tersebut sesuai Undang-Undang yang berlaku, termasuk ranah tindak pidana korupsi serta memastikan apakah kasusnya menjadi kewenangan KPK.

“KPK juga secara proaktif akan menelusuri dan melakukan pengumpulan berbagai keterangan dan informasi tambahan untuk melengkapi aduan yang dilaporkan. Apabila aduan tersebut menjadi kewenangan KPK tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: