Gus Ipul Ditunjuk Jadi Sekjen PBNU, ini Rekam Jejaknya

  • Bagikan
Gus Ipul
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ditunjuk menjabat sebagai Sekjen PBNU periode 2021-2026. (Sumber: Antara Foto/Zabur Karuru/https://www.viva.co.id/)

JAKARTA, isidepontianak.com – Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholis Staquf menunjuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) periode 2021-2026. Penunjukan Gus Ipul menjadi Sekjen disampaikan oleh Rais Aam Miftahul Achyar, Rabu (12/1/2021).

“Sekjen PBNU di sebelah saya Gus ipul. Beliau pendekar muktamar, manakala ada muktamar keluar keramatnya. Gus Saifullah Yusuf,” kata Miftahul Achyar dikutip dari laman CNN Indonesia.

Lantas, siapa sosok Gus Ipul yang dipecaya memegang Sekjen PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholis Staquf?

Berdasarkan laman https://id.wikipedia.org/wiki/Saifullah_Yusuf, Gus Ipul atau bernama lengkap Saifullah Yusuf ini, merupakan tokoh kelahiran Jawa Timur, 28 Agustus 1964. Dia merupakan mantan birokrat dan politisi.

Pernah menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan sejak 26 Februari 2021. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sejak 12 Februari 2009 hingga 12 Februari 2019. Saifullah Yusuf juga pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia sejak Oktober 2004 hingga Mei 2007. Ia akrab dipanggil Gus Ipul.

Pendidikan dan Karir Politik

Gus ipul melanjutkan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Nasional, Jakarta pada tahun 1985. Selain aktif kuliah, ia juga aktif di organisasi ekstra kampus. Sejak tahun 1990 hingga 1992, Saifullah Yusuf dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta.

Di tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) periode 1990-1995. Ia memulai karir politik, dengan berorganisasi di Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor.

Ia menjadi ketua umum GP Ansor selama dua periode. Dari tahun 2000-2005, dan dilanjutkan 2005-2010. Sebelumnya juga, ia menjadi Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang meninggal dunia pada tahun 1999.

Setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PP GP Ansor, Gus Ipul terpilih menjadi salah satu ketua PBNU di bawah kepemimpinan KH Said Aqil Siraj.

DPR, Menteri, Hingga Wagub

Pada Pemilu 1999, ia menjadi anggota DPR dari PDIP. Gus Ipul dianggap sebagai lambang aliansi dari Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Karena Gus Ipul adalah orang kepercayaan Gus Dur dan ditempatkan di PDIP.

Ketika hubungan Gus Dur-Megawati merenggang, maka, pada tahun 2001, Gus Ipul mengundurkan diri dari PDIP dan juga DPR serta bergabung dengan PKB.

Pada muktamar PKB tahun 2002, Gus Ipul terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKB. Jabatan kepartaian ini merupakan hasil yang optimal setelah sebelumnya ia bersaing dengan Alwi Shihab memperebutkan posisi ketua umum.

Gus Ipul juga tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu, dari Oktober 2004 hingga Mei 2007. Salah satu pencapaiannya adalah, dia tercatat sebagai menteri yang paling sering “blusukan” di daerah-daerah tertinggal.

Namun sayang, jabatan kementirannya itu berakhir akibat konflik di tubuh PKB. Ia juga dicopot dari jabatan Sekjen PKB. Karena tidak dianggap sebagai representasi PKB lagi, maka ia digantikan oleh Lukman Edy sebagai menteri sekaligus menggantikannnya sebagai Sekjen PKB.

Walau dicopot dari Sekjen PKB, tak lantas membuat karir politik Gus Ipul redup. Bahkan, ia semakin bersinar. Ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan selama dua putaran, pada Pilkada 2008. Pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Pilgub Jatim 2013, Gus Ipul kembali mencalonkan diri sebagai wakil Soekarwo dan terpilih. Untuk yang kedua kalinya ia dilantik sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada 12 Februari 2014 di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Saat ini, Gus Ipul kembali muncul dengan jabatan baru sebagai Sekjen PBNU pe

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: