Bupati dan Wakil Evaluasi Kinerja OPD Sambas, Dari Adminduk Hingga Vaksinasi Disorot

  • Bagikan
Bupati Sambas Satono dan Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, menggelar rapat kerja dalam rangka mengevaluasi seluruh program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berjalan di tahun 2021, dan menetukan langkah strategis dalam menjalankan program kerja di tahun 2022, Kamis (13/1/2022). (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas Satono dan Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, menggelar rapat kerja dalam rangka mengevaluasi seluruh program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berjalan di tahun 2021, dan menetukan langkah strategis dalam menjalankan program kerja di tahun 2022, Kamis (13/1/2022).

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi dalam paparannya mengatakan, banyak program kerja yang sudah berjalan dengan baik sesuai visi misi Satono-Rofi yakni Sambas Baru Berkemajuan. Namun masih ada beberapa hal yang mesti dievaluasi dan ditingkatkan lagi.

“Pertama saya ingin sampaikan soal pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di tingkat kecamatan. Sejak diluncurkan program tersebut sudah berjalan baik namun kita akui masih belum bisa memaksimalkan secara penuh pelayanan di 19 kecamatan,” katanya.

Wabup Fahrur Rofi mengatakan, kendala utama yang dihadapi dalam pelayanan adminduk di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas adalah jaringan internet. Untuk itu dia memastikan tahun 2022 ini pemerintah akan konsen dalam menyelesaikan masalah jaringan internet untuk memudahkan pelayanan publik tersebut.

Kemudian, Wabup Fahrur Rofi meminta sosialisasi Program Sehat Satono-Rofi (Prosesar) harus digencarkan. Walaupun dia melihat sejak diluncurkan, program tersebut sudah berjalan sangat baik, namun masih ada masyarakat yang belum memahami mekanisme pelayanannya.

“Direktur rumah sakit tolong sosialisasikan alur pelayanan Prosesar di setiap loket, agar masyarakat teredukasi. Jangan sampai ada masyarakat yang bingung dengan alur pelayanan Prosesar. Saya sudah berjalan ke desa-desa, ternyata masyarakat masih banyak yang belum mengerti,” katanya.

Lebih lanjut, Wabup Fahrur Rofi meminta program satu daya yang diluncurkan Dinas Kominfo harus lebih dimaksimalkan. Sebab, dia tidak ingin wacana membangun Sambas by data hanya sekedar seremonial saja.

“Kominfo tolong website satu data dibenahi, buat agar lebih baik dan lebih lengkap lagi. Beberapa kali saya buka websitenya mati (down). Ini sebenarnya bukan hanya tugas Kominfo, tapi seluruh OPD sampai kecamatan. Tolong setorkan data ke Kominfo dengan format yang seragam. Supaya mudah dikemas dan disajikan,” katanya.

Untuk perizinan kata Wabup Fahrur Rofi, pelayanannya sudah luar biasa, namun dia meminta, bagaimana kedepannya harus ada roadmap investasi yang ada di Kabupaten Sambas, guna menjaga kondusifitas iklim investasi.

“Untuk perizinan ini kita memang butuh roadmap investasi di setiap desa. Karena banyak investor yang ingin berinvestasi di daerah kita tapi ragu-ragu karena iklim investasinya tidak kondusif. Ini harus kita benahi agar bisa menarik para investor,” katanya.

Terakhir tentang vaksinasi massal, Wabup Fahru Rofi meminta agar Dinas Kesehatan sebagai leading sektornya bisa mencapai target lebih dari 70 persen masyarakat selesai di vaksin tahun ini.

“Walaupun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi saya yakin dan optimis, tahun ini kita bisa menuntaskan 70 persen target vaksinasi massal dan kita bisa mencapai kekebalan komuntias. Kemudian tentang omicron, juga harus jadi atensi serius, jangan lengah dan teruslah bekerja,” pungkasnya.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ferry Madagaskar, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yayan Kurnianwan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sunaryo, dan seluruh kepala dinas serta camat se-Kabupaten Sambas. (Yak)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: