Warga Usia 18 ke Atas di Pontinak Belum Bisa Vaksinasi Booster

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan, Sidiq Handanu. dok
Kepala Dinas Kesehatan, Sidiq Handanu. dok

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kota Pontianak sudah mulai menggelar vaksin booster setelah sebelumnya Kamis lalu, sudah dilakukan secara nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, hingga saat ini sosialisasi terus dilakukan kepada tenaga kesehatan (nakes) untuk pelaksanaan vaksinasi booster.

Khusus di Pontianak, vaksinasi booster hanya diperkenankan untuk warga yang berusia 60 tahun ke atas atau lansia. Vaksin ketiga ini belum diperkenankannya bagi warga usia 18 tahun ke atas. Alasannya, jumlah capaian vaksinasi belum mencapai target.

Sementara capaian vaksinasi di Kota Pontianak apabila berdasarkan data pemberian vaksin di pelayanan kesehatan sudah melampaui target yakni lebih dari 80 persen.

“Oleh karena menggunakan data vaksinasi berdasarkan NIK sehingga capaian vaksinasi Kota Pontianak baru mencapai 67 persen dan lansia 49 persen,” ujarnya.

Sidiq menambahkan, untuk mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster, penerima vaksin harus terlebih dahulu mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Vaksinasi booster ini memperkuat kadar antibodi yang ada di dalam tubuh manusia. Jika dosis pertama adalah menstimulir, lalu ditingkatkan dengan dosis kedua satu bulan kemudian.

“Menurut penelitian, dalam kurun waktu enam bulan ada penurunan antibodi sehingga harus distimulasi lagi dengan dosis ketiga maka antibodi akan meningkat lagi,” terang Sidiq.

Dalam pemberian vaksinasi booster ini harus hati-hati. Sebab jenis vaksin ketiga atau booster bisa dengan jenis yang sama atau berbeda dari jenis vaksin sebelumnya.
“Pemberian dosis vaksin juga berbeda karena untuk beberapa jenis vaksin ada yang hanya diberikan setengah dari dosis,” ungkapnya.

Untuk di Kota Pontianak, Sidiq menyebut hanya tersedia tiga jenis vaksin yakni sinovac, pfizer dan moderna. Untuk dosis ketiga atau booster, menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

“Jadi masyarakat tidak boleh memilih-milih jenis vaksin sebab kalau masyarakat memilih-milih jenis vaksin maka kita akan kesulitan untuk mendistribusikannya,” imbuhnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: