Viral Video Siswa Berkubang Lumpur di Sungai Dungun, Cangkul Jalan Rusak Demi Ibu Guru

  • Bagikan
Siswa Cangkul Jalan Rusak demi Ibu Guru
Tangkapan video viral, siswa sekolah di Sungai Dungun, Kecamatan Paloh, mencangkul jalan rusak demi membantu ibu gurunya, Sabtu (15/1/2022). (Kolase/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Aksi siswa bernama Andra, Rizki, Alif dan Sazwan berkubang lumpur viral di media sosial. Mereka mencangkul jalan rusak untuk mempermudah ibu gurunya pergi mengajar ke SDN 18 Sungai Dungun, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Jalan menuju sekolah ini, sudah lama rusak parah. Saat musim hujan, jalan menjadi sangat licin dan berlumpur. Setiap hari, ada saja pengendara yang tergelincir dan jatuh. Kondisi itu mempersulit anak-anak di sana untuk berangkat sekolah.

Dari video yang beredar, keempat siswa itu berkubang di atas jalan berlumpur. Mereka berbagi tugas. Ada yang mencangkul jalan, menyusun papan, dan ada yang mendorong sepeda motor guru.

Kepala Desa Sebubus, Irfan Riadi mengatakan, jalan yang rusak tersebut statusnya adalah jalan kabupaten. Dia berharap, jalan tersebut segera dibangun pemerintah, minimal ditimbun agar tidak licin.

“Benar, video jalan rusak yang viral itu di Dusun Sungai Dungun, Desa Sebubus. Kondisi itu terjadi setiap musim hujan, itu adalah jalan penghubung dari Dusun Merbau ke Dusun Sungai Dungun,” katanya, Sabtu (15/1/2022).

Jalan Rusak Parah di Sungai Dungun, Paloh, Sambas
Tangkapan layar video amatir warga, kondisi jalan rusak dari Sungai Dungun menuju Merbau, Desa Sebubus, Kabupaten Sambas, Sabtu (15/1/2022). (Ist)

Sementara, seorang guru SDN 18 Sungai Dungun, Rubiah Idrus, yang memposting video viral tersebut dalam narasi unggahannya mengatakan, apa yang dilakukan siswa sekolah di sana adalah bentuk kepedulian dan keikhlasan.

“Pertama, pelajaran yang bisa diambil adalah kepedulian dan keikhlasan siswa yang membantu gurunya, mereka rela berkotor-kotor. Ada yang mencangkul, menyusun papan, demi kemudahan orang lain,” tulisnya.

Kedua siswa ini kata dia, anak-anak sekolah di Paloh sangat gigih dalam menempuh pendidikan. Meski harus melewati jalan yang rusak parah. Menurutnya, itu adalah cerminan sikap pantang menyerah.

“Selalu semangat murid SDN 18 Sungai Dungun dan SMP 3 Merbau yang berasal dari Sungai Dungun, terima kasih murid ibu, Andra, Rizki, Alif dan Sazwan,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: