Jumat, Maret 1, 2024
BerandaKalbarPontianakMantan Napi Mirani Mauliza Launching Buku Hijrah Qolbu

Mantan Napi Mirani Mauliza Launching Buku Hijrah Qolbu

 

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamalaman hidup merupakan pelajaran berharga. Inilah yang selalu terpatri di benak Mirani Mauliza.

Mantan narapidana kasus penipuan ini, me-launching buku berjudul Hijra Qalbu. Buku ini merupakan karya kedua setelah sebelumnya ia menulis buku berjudul Hijrah Ekstrem.

Buku kedua ini ia tulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang sempat berada di titik terendah. Mulai dari bangkrut, dipenjara, hingga kembali sukses.

Launching buku ini digelar di Qubu Resort, Senin 23 Januari 2023. Mirani Mauliza mengatakan, buku ini bercerita tentang jatuh bangun perjuangan hidupnya.

Bagi Mirani, bila saat ini ada yang sedang dalam ujian Allah SWT dan berada di titik terendah, hendaknya introspeksi diri atau muhasabah, lalu memperbaiki diri.

“Ujian atau masalah yang diberikan Allah bertujuan menjadikan diri pribadi yang lebih baik,” katanya.

Mirani Mauliza menceritakan dirinya pernah bangkrut, menanggung hutang miliaran rupiah hingga dipenjara.

Namun berkat dukungan orang tua, suami, mertua dan keluarga, dia mampu bangkit. Menurutnya, ada 10 dosa yang ia muhasabah agar pertolongan Allah segera datang.

Pertama Dosa Syirik. Kedua, meninggalkan salat. Ketiga, tidak memuliakan orang tua, berbuat zina, memakan harta haram, meminum khamar, memutus silaturahmi, berbohong,  kikir hingga ghibah.

“Bila saat ini ada yang sedang dalam titik terendahnya, yang harus dilakukan pertama perbaiki dulu hubungan kita dengan Allah, cara memperbaikinya dengan tobat, kita list apa dosa – dosa kita, kita muhasabah, lalu kita perbaiki hubungan dengan Allah,” terangnya.

Ia mengatakan, banyak orang bahkan dirinya dulu ketika merasa sukses, lupa terhadap keluarganya. Lalu tidak memuliakan orang tua atau keluarga lebih dahulu. Namun menyenangkan orang lain.

“Banyak orang lupa bahwa kesuksesan yang dicapai merupakan dukungan orang tua, doa orang tua,” ujarnya.

Pengalaman inilah yang mendasarinya bertaubat. Perjalanan menuju taubat itupun ditulis dalam buku Hijrah Qolbo.

Kepada anakmuda saat ini, ia berpesan saat ini merupakan moment untuk berperan bukan baperan.

“Apa yang ditanam itulah yang akan manusia panen, oleh sebab itu tanamlah kebaikan sejak saat ini agar di masa yang akan datang mendapatkan kebaikan,” pungkasnya.(Andi)

Abdul Halikurrahman
Abdul Halikurrahmanhttps://insidepontianak.com/redaksi/
Koordinator Liputan Insidepontianak.com
RELATED ARTICLES

Berita Populer