Selasa, Maret 5, 2024
BerandaKalbarKetapangJembatan Gantung di Desa Sengkuang Merabong Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu

Jembatan Gantung di Desa Sengkuang Merabong Ambruk, Aktivitas Masyarakat Terganggu

KETAPANG, insidepontianak.com – Aktivitas perekonomian masyarakat di Desa Sungkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang terganggu, lantaran salah satu jembatan gantung di daerah tersebut ambruk akibat diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu.

Satu di antara warga setempat, Dicky (23) mengaku, pascajembatan ambruk, aktivitas masyarakat menjadi terganggu, khususnya aktivitas para pelajar yang sehari-hari menggunakan fasilitas jembatan gantung tersebut.

“Tak hanya ekonomi, ratusan pelajar baik SMP maupun SMK yang biasa melintasi badan jembatan tersebut kini terhalang,” terang Dicky, Rabu (1/2/2023).

Dicky mengatakan, untuk tetap bersekolah para pelajar terpaksa menginap di tempat keluarga, ada juga yang memilih ngekost demi keberlangsungan pendidikan mereka.

“Jembatan ini bukan hanya jadi akses utama warga desa Sengkuang Merabong, namun juga warga desa lain, bahkan sebagian warga Kalimantan Tengah yang mencari nafkah berjualan di daerah ini. Jembatan ini boleh dikatakan menjadi jantung masyarakat untuk bertahan hidup,” paparnya.

Menurut Dicky, warga sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi Kalimantan Barat. Paling tidak Jembatan tersebut dapat difungsikan kembali, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali.

“Saya berharap kepada pemerintah baik dinas-dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Ketapang maupun Pemprov, bahkan kalau bisa Komisi V DPR RI turut serta melihat keprihatinan masyakat kami, karena jembatan ini merupakan jantung bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Sengkuang Merabong Pensensius Misih mengatakan jembatan tersebut kini masih belum diperbaiki.

Padahal jembatan itu ambruk terjadi sejak Oktober 2022. Kondisi ini berdampak bagi desa setempat.

“Untuk sekarang terpaksa warga mengunakan perahu sampan berdayung dan ada jalan lain (alternatif) yang bisa dilewati namun itu lebih jauh,” katanya.

Pensensius mengaku sudah melaporkan ke pemerintah Kabupaten Ketapang meminta jembatan gantung itu sediperbaiki.

“Sudah sudah kita laporkan ke BPBD Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten juga sudah, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya,” keluhnya.***

Abdul Halikurrahman
Abdul Halikurrahmanhttps://insidepontianak.com/redaksi/
Koordinator Liputan Insidepontianak.com
RELATED ARTICLES

Berita Populer