Selasa, Maret 5, 2024
BerandaRagam50 Dentuman Bedel Buluh, Warga Setompak Sambut Bulan Suci Ramadan 1444 H

50 Dentuman Bedel Buluh, Warga Setompak Sambut Bulan Suci Ramadan 1444 H

SANGGAU, insidepontianak.com – Banyak cara bagi umat Islam di Kabupaten Sanggau menyambut kehadiran Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah.

Seperti yang dilakukan warga di Lingkungan Setompak, Kelurahan Sungai Sengkuang yang menggelar Festival Bedil Buluh, permainan rakyat yang secara turun temurun dilakukan jelang menyambut ramadan.

Lurah Sungai Sengkuang, Gusti Syafarani menyampaikan bedil buluh merupakan permainan rakyat warganya secara turun temurun. Permainan ini biasa dilakukan saat menyambut puasa di bulan ramadan.

Selain sebagai perayaan penyambutan bulan ramadan, bermain bedil buluh juga untuk melestarikan tradisi sekaligus bersilaturahmi sesama warga.

“Bedil Buluh ini salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menyambut Bulan Suci Ramadan. Ini bentuknya permainan rakyat berupa permainan meriam bambu yang disulut dengan api sehingga menimbulkan suara seperti meriam. Kalau di Sanggau, permainan ini bukan hal yang asing bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (22/3/2023).

Dia menyebut, untuk kegiatan kemarin, pelaksanaannya diakomodir melalui remaja masjid dan pemuda setempat di Lingkungan Setompak. Sedikitnya 50 meriam bambu yang disiapkan dan dibunyikan secara bersamaan oleh masyarakat.

“Ya lebih kurang 50 meriam bambu yang dibunyikan pada malam kemarin di pinggiran sungai sebagai bentuk penyambutan bagi Bulan Suci Ramadan tahun ini,” ujarnya.

Syafarani juga mengapresiasi kepada remaja masjid dan pemuda di Lingkungan Setompak yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut, sehingga mampu menarik perhatian warga dan menjadikannya sebagai hiburan.

“Alhamdulillah, kegiatannya berjalan lancar. Masyarakat juga antusias melihat acaranya. Bedil Buluh ini tidak hanya dimainkan oleh kaum laki-laki dan anak-anak, tapi juga ada ibu-ibu yang bermain,” ucapnya.

“Mudah-mudahan tradisi dan permainan peninggalan orang tua kami ini bisa dilestarikan sebagai salah satu momen membahagiakan, paling tidak di lingkungan ini,” tutupnya. (Candra)

RELATED ARTICLES

Berita Populer