Jumat, Maret 1, 2024
BerandaForumJurnalisme WargaPMI Kalbar Latih Relawan Damkar Swadesi Assalam Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama

PMI Kalbar Latih Relawan Damkar Swadesi Assalam Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 20 anggota Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Swadesi Assalam (Damkar Swadesi Assalam) Pontianak, mengikuti Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama (PP).

Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama diberikan pemateri dari Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (PMI Kalbar).

Kegiatan rutin itu merupakan bagian dari rangkaian Masa Orientasi Anggota Damkar Swadesi Assalam ini. Kegiatan dilaksanakan di selasar Masjid Assalam, Jalan Karya Baru, Pontianak Selatan, Minggu (2/4/2023).

Menurut Ketua Harian Swadesi Assalam, Deddy Suriyadi, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas anggota pemadam kebakaran yang berbasis di Masjid Assalam.

“Kejadian yang tidak diinginkan, seperti misalnya insiden-insiden kecil maupun besar, dapat terjadi kapan dan dimana saja. Terlebih di lokasi kebaran yang menjadi wilayah kerja utama kami,” ujar Deddy Suriyadi.

Karenanya, anggotanya perlu dibekali pengetahuan, bagaimana memberikan pertolongan. Yang diharapkan akan berguna, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Terutama dalam situasi terbatas, dan dilakukan sesegera mungkin dengan cara tepat.

Dalam sebuah peristiwa yang membutuhkan penanganan medis, misalnya, biasanya orang pertama yang memberikan pertolongan adalah, mereka yang berada di tempat kejadian.

Sebagai seorang pemadam, apalagi saat bertugas, tentu saja potensi kecelakaan boleh dikatakan tergolong tinggi.

“Baik yang akan menimpa diri sendiri, atau orang-orang di sekelilingnya,” kata Deddy.

Sementara itu, Pelatih PP dari PMI Kalbar, Japri, mengatakan, bagi mereka yang berupaya memberikan pertolongan pertama saat peristiwa baru terjadi di lokasi, tentu harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukannya.

Ada waktu antara pertolongan di lapangan, sampai korban memperoleh pertolongan dari petugas medis di pusat pelayanan, seperti puskesmas atau rumah sakit.

“Nah masa tenggang inilah yang harus diisi oleh si penolong pertama. Prinsip kemanusiaan yang utama adalah, memberi pertolongan dan mengurangi penderitaan,” kata Japri yang juga pengurus PMI Kalbar.

Selain materi yang disampaikan secara teori, Japri yang didampingi relawan PMI, yang juga anggota Damkar Swadesi Assalam, Nurul Indah Khoirunnisak dan Andrian Fajar, juga memberikan simulasi menggunakan beberapa perlengkapan alat peraga, dan peralatan lain yang mendukung.

“Kami berharap, pelatihan yang diberikan oleh PMI Kalbar dengan model seperti ini, benar-benar dapat lebih aplikatif, dan bisa menjembatani berbagai metode bagi anggota dalam menyerap pembelajaran,” ujar Ketua Umum Damkar Swadesi Assalam, Romadi Haryono alias Romi, usai pelatihan.

Romi meminta kepada para anggota Damkar Swadesi Assalam, terus belajar agar bisa, minimal, melakukan tindakan sebagai penolong pertama, ketika orang-orang di sekitarnya mengalami musibah.

“Kami bukan orang-orang yang hebat, tetapi kami berupaya terus berlatih,” pungkasnya.(ril)***

RELATED ARTICLES

Berita Populer