Senin, Februari 26, 2024
BerandaHukum & HAMHotman Paris Minta Panglima TNI Beri Atensi dalam Penanganan Kasus Dugaan Pembunuhan...

Hotman Paris Minta Panglima TNI Beri Atensi dalam Penanganan Kasus Dugaan Pembunuhan Sri Mulyani

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea meminta, Panglima TNI menuntaskan penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap Sri Mulyani, gadis 23 tahun di Pontianak, Kalbar.

Sebagaimana diketahui, kasus ini ditangani pihak POMDAM XII Tanjungpura. Sebab, diduga ada keterlibatan oknum TNI berinisial Y yang kini sudah ditahan selama 25 hari.

Y disebut-sebut erat kaitannya dengan kematian korban. Sebab, korban diketahui kabur dari rumah orang tuanya di Pontianak pada Desember 2022, untuk menemuinya yang tugas di Sajingan Sambas.

Sedangkan, dalam proses penangannya, Y sampai saat ini masih terperiksa dan ditahan di POMDAM XII Tanjungpura. Penanganan kasus ini pun sudah hampir satu bulan dan tidak ada progres apapun.

Karena itu, pihak keluarga korban, meminta Hotman Paris membantu mengungkap kasus ini. Permintaan itu direspon cepat Hotman Paris.

“Kenapa kasusnya seolah jalan di tempat. Hallo Panglima TNI, agar kasi atensi,” tulis Hotman Paris Hutapea di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, dikutip pada Minggu (26/6/2023).

Hotman meminta agar kasus ini dilakukan pemeriksaan tuntas, supayu pelaku pembunuhan itu bisa diungkap.

Tak hanya itu, dia juga menuliskan mencari pengacara Kalbar untuk berkolaborasi menjadi mitra kerja Hotman9111 dalam membantu menangani kasus ini.

Sebelumnya, kakak korban, Diana menganggap penanganan kasus pembunuhan adiknya di POMDAM XII Tanjungpura, stagnan. Ia pun mengaku dibuat bolak balik saat mempertanyakan progres penanganannya.

“Saya ke POMDAM, dilempar ke Kodam, dari Kodam dilempar lagi POMDAM. Sampai saat ini kami tidak mendapat kejelasan dan hari ini saya benar-benar meminta bantuan bapak Hotman Paris,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan ini terbongkar berawal dari penemuan mayat di Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (1/6/2023).

Mayat tersebut ditemukan terkubur tinggal kerangka. Setelah diselidiki kepolisian setempat, terungkaplah identias mayat itu.

Dia adalah Sri Mulyani warga Sungai Jawi, Pontianak Barat, yang sudah beberapa bulan dicari keluarganya.

Diana mengatakan, adiknya itu kabur dari rumah dan terakhir diketahui berada di Kabupaten Sambas untuk menemui Y sang kekasih yang merupakan oknum TNI yang bertugas di Sajingan. (Andi)***

Abdul Halikurrahman
Abdul Halikurrahmanhttps://insidepontianak.com/redaksi/
Koordinator Liputan Insidepontianak.com
RELATED ARTICLES

Berita Populer