Minggu, Maret 3, 2024
BerandaHukum & HAMViral! Video Dua Anak di Cianjur Curhat tentang Ibunya yang Dipaksa jadi...

Viral! Video Dua Anak di Cianjur Curhat tentang Ibunya yang Dipaksa jadi PSK di Dubai, Bujuk Kapolri Bertindak

PROBOLINGGO, insidepontianak.com – Sebuah video meminta bantuan Kapolri, untuk mengusut tuntas kasus ibu dari dua anak asal Cianjur yang kini dijadikan PSK di Dubai oleh sekelompok kriminal perdagangan orang.

Dalam video tersebut, nampak dua orang anak asal Kecamatan Sukaluyu, Cianjur menceritakan bagaimana nasib ibunya yang dijadikan PSK di Dubai oleh anggota kriminal.

Tidak hanya itu saja, dua anak asal Cianjur itu pun juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menanangani kasus ibunya yang kini dijadikan PSK secara paksa di Dubai.

Hasil rekaman yang kemudian diunggah ke media sosial itu punn kini telah viral. Salah satu pengunggah di Instagram adalah pemilik akun @terasmudacianjur.

Melalui postingan tersebut, yang telah diunggah pada Selasa (4/7), kasus yang menimpa ibu dari remaja perempuan Herawati (15 tahun) dan adiknya Muhammad Randi Rustandi (11 tahun) kini menjadi atensi publik.

Video yang berdurasi singkat itu diawali dengan kedua anak memperkenalkan diri, yang mana ibundanya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Dubai.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Herawati dan adik saya yang bernama Muhammad Randi Rustandi kami anak dari bapak Suryana dan Ibu Ida TKW asal Cianjur,” kata anak perempuan itu ditemani adiknya sembari memegang foto ibu mereka.

Gadis berusia 15 tahun itupun kemudian menceritakan, bagaimana awal mula ibunya mendaftarkan diri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Uni Emiraes Arab, alias Dubai.

Ida (30 tahun) dan juga menjadi ibu dari dua anak asal Cianjur tersebut awalnya berangkat kerja melalui sponsor H. Rahmat, dia pun berangkat sejak pertengahan tahun 2022.

Herawati kemudian meminta bantuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus, dan Kapolres Cianjur AKBP Azhari Kurniawan untuk menangani kasus yang menimpa ibu mereka.

“Ibu kami berangkat ke Dubai Tahun 2022 yang diberangkatkan oleh sponsor H Rahmat dengan itu Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Jawa Barat, Bapak Kapolres Cianjur kami sudah membuat laporan ke Polres Cianjur melalui LBH Keadilan,” lanjut anak tersebut.

Sehabis menceritakan pangkal kronologisnya, Herawati kemudian membeberkan komunikasi terakhir dengan ibunya. Dari informasi yang didapat, Ida tengah disekap oleh kelompok perdagangan orang.

“Dan Ibu kami terakhir dengan kami yaitu menyatakan disekap oleh kelompok perdagangan orang yang dijadikan pelayan seks. Kami tidak bisa menghubungi dan berkomunikasi san Ibu kami meminta bantuan untuk dipulangkan. Bapak Kapolres Cianjur mohon sponsor H Rahmat ditangkap,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Astakira Cianjur Najib Ali membenarkan tentang informasi yang telah beredar di media sosial. Pihaknya juga telah mendapatkan kabar tersebut.

“Lokusnya di Cianjur di Kecamatan Sukaluyu,” tutur Najib, pada Kamis (6/7).

Pihaknya juga telah berhasil melakukan komunikasi dengan keluarga korban.

Sayangnya, ketika hendak berkunjung ke rumah korban pada Rabu (5/7), keluarga tengah memberikan keterangan ke pihak Polres Cianjur.

Informasi yang didapat, kunjungan yang akan dilakukan oleh pihak Asstika Cianjur dengan keluarga korban berlansung hari ini, Kamis (6/7).

Sebelumnya, Najib juga mengonfirmasi bawa sempat telah terjadi komunikasi antara pihak dan keluarga Ibu Ida dengan via komunikasi jarak jauh.

“Kita sudah ngobrol dengan keluarga minta dibantu oleh Asosiasi, infonya itu permasalahannya diduga disekap ke sana, tapi kita belum cek kebenarannya apakah memang ini diberangkatkan legal atau ilegal, kalau lihat dari aturan sepertinya itu diberangkatkan ilegal,” sambungnya.

Adapun langkah selanjutnyaa yang akan diambil, pihak Najib tengah melakukan koordinasi dengan KBRI yang berada di Dubai.

“Kita akan koordinasi dengan APH ya, kita akan telusuri lebih dalam, dengan rekan-rekan yang ada di Dubai dan pihak KBRI di Dubai ya,” pungkasnya.

Hingga kini, curhatan dua anak asal Cianjur yang menceritakan keadaan ibunya untuk dijadikan PSK secara paksa di Dubai ramai diperbincangkan netizen. (Dzikrullah)***

RELATED ARTICLES

Berita Populer