Kamis, Februari 22, 2024
BerandaGaya HidupWisataFakta Menarik Istana Kadriah Kesultanan Pontianak: Destinasi Wisata Sejarah yang Punya Cermin...

Fakta Menarik Istana Kadriah Kesultanan Pontianak: Destinasi Wisata Sejarah yang Punya Cermin Wajah Seribu

MEDAN, insidepontianak.com – Istana Kadriah adalah destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi. Pasalnya, keraton dari Kesultanan Pontianak ini menyimpan fakta menarik yang banyak.

Apalagi, Istana Kadriah Kesultanan Pontianak sarat sejarah. Bangunan kayu ini adalah cikal bakal berdirinya kota yang kini menjadi ibukota Kalimantan Barat.

Pun secara tampilan, Istana Kadriah megah dengan nuansa kuning yang indah. Jadi, ketika Anda ke Pontianak adalah rugi tidak mengunjungi destinasi wisata sejarah ini.

Secara administrasi, Istana Kadriah ini berada di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Untuk menuju ke sini bisa lewat dua jalur, yakni darat dan sungai. Bagi yang memilih sungai, bisa naik sampan atau speed boat dari Pelabuhan Senghie.

Mengutip kebudayaan.kemdikbud.go.id dan gotravelly.com, Senin (17/7/2023), tempat wisata ini merupakan salah satu bangunan yang menjadi bukti berdirinya Kota Pontianak pada 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri.

Sekitar 200 meter dari Istana Kadriah ini terdapat Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman. Masjid ini juga dibangun oleh Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri yang merupakan Sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Nah, berikut fakta menarik soal Istana Kadriah Kesultanan Pontianak:

1. Persimpangan Tiga Sungai

Istana Kadriah berada di persimpangan tiga sungai. SUngai yang dimaksud adalah Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar.

2. Dinamai Sesuai Pendiri

Istana ini dinamai sesuai dengan nama tokoh yang mendirikannya, Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri. Yakni, Kadriah berasal dari Alkadri.

3. Punya Tiga Balai

Istana Kadriah ini mempunyai bangunan berukuran 60 x 25 meter. Pada awalnya istana ini terdiri atas tiga buah balai yaitu Balai Cermin tempat Sultan menerima tamu, Balai Kisi-Kisi tempat kerabat Sultan, dan Balai Sari tempat putri-putri istana.

4. Atap Bertingkat Tiga

Atap bangunan Istana Kadriah ini bertingkat tiga. Pada pertengahan atap puncak yang muncul ke atas mengingatkan pada bentuk atap Rumah Belanda.

5. Berbentuk Rumah Panggung

Bangunan Istana Kadriya berbentuk rumah panggung di atas tiang-tiang, seperti bangunan tradisional yang terdapat di Kalimantan Barat. Kayu yang dipakai adalah kayu belian pilihan.

6. Punya Meriam Kuno dan Anjungan

Di bagian depan, tengah dan kiri depan istana ada meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Juga ada anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan.

Ruangan ini dulunya digunakan uleh Sultan untuk beristirahat atau untuk sekadar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

7. Ada Genta dan Tangga Khusus

Di tempat ini, juga terdapat sebuah genta atau lonceng yang dulunya digunakan sebagai alat penanda marabahaya. Di samping kanan anjungan, juga terdapat sebuah tangga khusus yang menghubungkan teras istana dengan anjungan istana.

8. Al-Quran Tulisan Tangan Berusia Dua Abad

Bangunan Istana Kadriah yang didominasi oleh warna kuning ini menyimpan Al-Quran istimewa. Al-Quran yang tersimpan di sini berusia lebih dari dua abad. Dan, merupakan Al-Quran yang ditulis sendiri oleh Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri.

9. Punya Cermin Wajah Seribu

Di aula utama Istana Kadriah ada cermin antik dari Perancis, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Kaca Seribu. Cermin ini disebut dengan Kaca Seribu karena pantulannya mampu memantulkan bayangan hingga ribuan kali.

10. Koleksi Bersejarah

Benda-benda bersejarah lainnya yang ada di dalam Istana Kadriah ini cukup banyak, seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun-temurun, benda-benda kuno, pusaka, barang pecah belah, foto keluarga Sultan, hingga arca.

11. Rekonstruksi dan Renovasi

Dalam sejarah perkembangannya, Istana Kadriah ini terus mengalami proses rekonstruksi dan juga renovasi sehingga bentuknya menjadi seperti yang sekarang ini.

12. Aktif Lagi pada 2001

Setelah selama puluhan tahun ‘terlelap’, Istana Kadriah Pontianak mulai bangun kembali di awal tahun 2001. Hal tersebut ditandai dengan pengukuhan Kerabat Muda Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

Demikian soal fakta menarik Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. Semoga bermanfaat. (Adelina). ***

RELATED ARTICLES

Berita Populer