Selasa, Maret 5, 2024
BerandaPendidikanPaduan Suara Mahasiswa Bunga Almamater Unisma Borong Dua Medali Ajang Internasional

Paduan Suara Mahasiswa Bunga Almamater Unisma Borong Dua Medali Ajang Internasional

MALANG, insidepontianak.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bunga Almamater Universitas Islam Malang.

Kali ini mereka berhasil  menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang 3rd International Bandung Choral Festival 2023, yakni gold medal dalam kategori folklor dan  silver medal untuk kategori mix voice.

Ketua PSM Bunga Almamater, Dhania Nur Ad’ha mengatakan, butuh perjuangan panjang hingga akhrinya mereka siap untuk bertanding dengan delegasi lain dari seluruh penjuru dunia, dan kemudian mendapatkan juara. Dengan persiapan sekitar lebih dari 6 bulan.=

“Kita menyaring anggota kami untuk mengikuti event di bulan November ini. Ada dua kategori yang kami ikuti, yaitu mix voice dan folklor. Di Mix Voice, kami bawakan lagu Gayatri dari Bali, dan Naxcatur pax dari Jerman. Sedangkan di Folklore atau lagu daerah kami bawakan Janger dari Bali dan Benggong dari Mataram,” ucapnya Rabu (15/11/2023).

Dhani menambahkan, ajang ini berlangsung selama 7 hari dengan berbagai kegiatan menarik. “Kami tidak hanya berkompetisi, tetapi ada juga choir exchange dengan Universitas Sultan Idris Malaysia. Kita mendapat kesempatan untuk itu,” katanya.

Sementara itu, anggota vokalis PSM Bunga Almamater, Rico Tomboti menambahkan bahwa untuk lagu daerah Benggong timnya melakukan imitasi berbagai suara alam, seperti burung, monyet, dan lain-lain.

“Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan kami. Nilai kami saat itu 89 untuk kategori foklor. Dari proses yang sangat panjang, kami dari universitas swasta unggul bisa membuktikan kepada pesaing kami seperti dari ISI, UGM, Unnes, kami bersanding dan bersaing dengan mereka,” ujar Tomboti.

Tim PSM Unisma terdiri atas 39 anggota dengan rincian 5 official 33 vokalis. Total peserta 3rd International Bandung Choral Festival 2023 untuk kategori mix voice sebanyak 30 peserta, kategori foklor 25 peserta.

“Jadi pesertanya bukan hanya mahasiswa, melainkan dari berbagai kalangan. Jurinya dari berbagai negara, ada yang Amerika, Sri Lanka, Filipina dan Malaysia,” katanya.

Dalam berbagai ajang, PSM Bunga Almamater membeli lisensi lagu dari luar negeri yang mereka gunakan. Disinggung soal target ke depan, PSM Unisma berkomitmen akan terus konsisten setiap tahun membuat 2 sampai 3 lagu.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof Maskuri, merasa bangga dan mengucapkan selamat atas perolehan medali emas dan perak PSM Bunga Almamater yang diikuti 50 delegasi tingkat internasional.

Rektor memberi apresiasi kepada PSM Bunga Almamater karena rutin setap tahun mendapat medali baik emas maupun perak.

“Prestasi itu melalui kerja keras, bahkan berani mengorbankan waktu dan kreasinya. Saya akui, seragamnya bagus dan tampilannya selalu beda. Saya apresiasi mudah mudah menjadi motivasi bagi UKM lain di Unisma,” ujar Rektor.

Dijelaskan Rektor saat akreditasi institusi, Unisma nyaris tidak menampilkan juara regional. Hal itu karena Unisma tidak memposisikan diri berlaga di tingkat regional, tetapi tingkat nasional dan internasional.

“Ini upaya bagi mahasiswa dan dosen untuk akselerasi tingkat nasional juga internasional. Dosen dan mahasiswa mengikuti berbagai event nasional juga internasional. Semua itu, menjadi motivasi untuk akselerasi lembaga,” pungkasnya.***

RELATED ARTICLES

Berita Populer