Selasa, Januari 31, 2023
BerandaInsideXtigasiBanjir Sintang, Bukti Carut Marut Pengelolaan Lingkungan, Mitigasi dan Adaptasi Bencana (Bagian...

Banjir Sintang, Bukti Carut Marut Pengelolaan Lingkungan, Mitigasi dan Adaptasi Bencana (Bagian I)

Banjir Sintang bukti carut marut pengelolaan lingkungan, mitigasi dan adaptasi bencana.

Banjir Sintang dan penanganan bencana yang amburadul, terlihat lagi ketika banjir menerjang lima wilayah perhuluan di Kalimantan Barat. Proses mitigasi dan adaptasi bencana tidak ada.

Padahal, BMKG telah memperingatkan dua bulan sebelum banjir. Gubernur Kalbar Sutarmidji dianggap gagal mengantisipasi dan menangani banjir.

Banjir Sintang titik kegagalan pembangunan berwawasan lingkungan, mitigasi dan adaptasi bencana.

Banjir menyebabkan ribuan warga mengungsi. Jalur jalan utama terputus. Aktivitas ekonomi lumpuh. Termasuk jaringan komunikasi seluler dan PLN. Banjir memperlihatkan buruknya koordinasi penanganan, antara pemerintah kabupaten dan provinsi Kalbar.

Banjir peristiwa yang berulang setiap tahun. Namun, mitigasi dan penanganan belum menunjukkan kemajuan. Kesalahan terus berulang menangani banjir. Padahal, banjir merupakan peristiwa yang sudah bisa diprediksi dan diperkirakan, kapan datangnya. Ilmu cuaca bisa menjawabnya. Mestinya, ada persiapan untuk menangani.

“Hingga penghujung tahun 2021, Sintang sudah alami enam kali banjir,” kata Anas Nasrullah, pemerhati lingkungan, sehari-hari tinggal di Sintang kepada Insidepontianak.com di Pontianak, Jum’at (12/11/2021).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang menyebut, banjir terjadi di 12 kecamatan, dari 14 kecamatan di Sintang. Banjir menyebabkan sekitar 140 ribuan warga terdampak. Banjir merendam 35.117 rumah. Mengenangi rumah mulai 30 cm hingga tiga meter. Bahkan, banjir membuat dua orang terseret banjir.

Sebelum banjir terjadi, dua bulan sebelumnya, Badan Meteorolgi dan Geofisika (BMKG) di Pelabuhan Tebelian Sintang, sudah memberikan peringatan, akan terjadinya La Nina. Dampaknya, banjir yang bakal menggenangi wilayah itu.

“Namun, tidak ada respon dari Pemkab Sintang atau Provinsi Kalbar, untuk melakukan antisipasi atau mitigasi,” kata Anas.

Banjir di Kapuas Hulu
Kondisi banjir di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. beberapa kecamatan di Kapuas Hulu kembali dilanda banjir, diantaranya Kecamatan Boyan Tanjung, Silat Hilir, dan Silat Hulu. (Ist)

Bicara mengenai banjir di perhuluan Kalbar, tentu saja harus dilihat kondisi wilayah hulu dan hilirnya. Juga sejarah pengelolaan dan alih fungsi lahan yang terjadi.

Banjir tak lepas dari kebijakan masa lalu yang mengobral hutan.

Hak Pengelolaan Hutan 

RELATED ARTICLES
spot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Populer