Gubernur Kalbar Ria Norsan: Retreat Menjadi Wadah untuk Berbagi Strategi Kemajuan Daerah

MAGELANG, insidepontianak.com - Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan bersama ratusan kepala daerah lainnya telah selesai mengikuti kegiatan Retreat yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan bahwa kegiatan Retreat menjadi wadah bagi para Gubernur dari seluruh Indonesia untuk saling belajar dan berbagi strategi demi kemajuan daerah masing-masing.
"Yang terpenting dalam kegiatan Retreat ini adalah terjalinnya silaturahmi antara Gubernur yang satu dengan lainnya se-Indonesia," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan.
Dijelaskan Gubernur Kalbar Ria Norsan pihaknya bersama-sama belajar, bertukar pengalaman. "Dan saling berdiskusi terkait kemajuan daerah kita masing-masing," ujar Ria Norsan.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus mengatakan Retreat ini juga bagian dari program pembinaan kepemimpinan bagi kepala daerah dengan tujuan mempererat kerja sama, meningkatkan kinerja, serta membahas berbagai isu strategis terkait pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Kami percaya bahwa dengan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan di daerah kita," kata Krisantus.
Retreat Kepala Daerah yang digelar di Magelang yang dimulai sejak tanggal 21 sampai dengan 28 Februari 2025 merupakan kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan saat bertugas.
Retreat kepala daerah tidak hanya sebagai agenda seremonial belaka, tetapi juga menjadi forum refleksi, pengembangan diri, serta ajang penyelesaian berbagai macam tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Dalam kegiatan ini, kepala daerah dibekali berbagai materi penting yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka dalam menjalankan roda pemerintahan di daerahnya.
Dalam Retreat ini, terdapat lima topik utama yang menjadi fokus pembekalan bagi para kepala daerah, yaitu:
• Pemahaman Tugas Pokok Kepala Daerah, mengingat tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang politik dan pemerintahan, pemahaman yang komprehensif tentang tugas dan tanggung jawab mereka sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
• Pemahaman Asta Cita, Para kepala daerah diberikan pemahaman mendalam mengenai Asta Cita, yaitu delapan visi-misi yang menjadi dasar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemahaman ini bertujuan agar kepala daerah dapat menyelaraskan program kerja di daerahnya dengan kebijakan nasional.
• Membangun Kedekatan Emosional Antar Kepala Daerah, Komunikasi dan kerja sama yang erat antar kepala daerah sangat penting untuk mendukung kelancaran pembangunan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan membangun kedekatan emosional, para pemimpin daerah diharapkan dapat lebih solid dalam menghadapi tantangan bersama.
• Transparansi dan Efisiensi Pengelolaan Anggaran, Kepala daerah diharapkan mampu mengelola keuangan daerah dengan transparan dan efisien, sehingga setiap anggaran yang digunakan benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
• Ketahanan Nasional dan Wawasan KebangsaanKepala daerah memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat mengenai ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan sangat penting agar mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas di wilayahnya masing-masing.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persatuan dan kerja sama bagi seluruh kepala daerah dalam menjalankan amanah untuk melayani rakyat. Dirinya mengingatkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang beragam, seluruh kepala daerah harus menyadari bahwa mereka adalah bagian dari satu bangsa yang utuh.
"Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, daerah yang berbeda-beda dengan bahasa yang berbeda-beda, adat istiadat yang berbeda-beda, suku yang berbeda-beda, kelompok etnis yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, tapi kita sudah menjadi satu. Kita sudah menjadi satu keluarga besar, keluarga besar Nusantara, keluarga besar Indonesia," ujar Presiden.
Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dalam kepemimpinan. Presiden mengakui bahwa perbedaan dan tantangan akan selalu ada, tetapi solusi terbaik harus selalu diutamakan demi kepentingan rakyat.
"Mungkin ada salah paham, mungkin ada di antara kita pernah bertikai, tapi kita selalu cari jalan yang baik. Kita selalu cari jalan musyawarah, kita selalu cari jalan damai, kita selalu cari yang terbaik untuk bangsa, negara, dan rakyat kita," tutur Presiden.
Selain itu, Retreat ini juga memberikan kesempatan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk memperkuat jejaring, meningkatkan koordinasi lintas wilayah, serta mendapatkan wawasan baru mengenai strategi pemerintahan yang efektif kedepannya. ***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : Dina Prihatini Wardoyo
Tags :

Leave a comment