Karhutla Masih Terjadi di Ketapang, 300 Personel BKO Polda Kalbar Dikerahkan, Bupati Minta Stop Membakar

28 Oktober 2026 07:58 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo memberikan arahan kepada personel BKO dari Polda Kalbar yang diperbantukan melakukan percepatan penanganan Karhutla. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambut baik pengerahan 300 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Kalbar untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Pengerahan personel tambahan tersebut diharapkan mampu memperkuat penanganan api yang masih bermunculan di sejumlah titik, meski hujan mulai mengguyur sebagian wilayah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres yang sudah membantu serta menambah kekuatan dalam percepatan penanganan karhutla,” ucap Alexander.

Jumlah titik api di Kabupaten Ketapang sebenarnya telah jauh berkurang. Kendati demikian, kebakaran lahan masih ditemukan di Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan, serta beberapa wilayah lainnya.

Oleh karena itu, sebagian besar personel BKO Polda Kalbar akan difokuskan di dua kecamatan tersebut untuk percepatan pemadaman agar tidak semakin meluas. 

“Titik api terbanyak saat ini ada di Kecamatan Kendawangan,” ujarnya.

Karena itu Alexander mengingatkan masyarakat untuk menghentikan aktivitas membakar lahan dalam bentuk apa pun. Ia juga berharap intensitas hujan terus meningkat agar membantu kerja petugas di lapangan sekaligus mengikis kabut asap.

Personel BKO Disiagakan 20 Hari

Adapun 300 personel BKO Polda Kalbar tersebut tiba di Ketapang pada Minggu (25/10/2026) siang melalui jalur darat. Seluruh personel langsung diterjunkan ke lokasi penugasan dan disiagakan maksimal selama 20 hari.

“Bantuan 300 personel Polda Kalbar ini merupakan gelombang ketiga pengerahan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang,” jelas Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama.

Pasukan tambahan ini memperkuat Satgas gabungan yang sudah ada, terdiri dari 252 personel Polres dan Polsek jajaran, TNI, BPBD, Manggala Agni, hingga unsur masyarakat. Delapan personel Brimobda Kalbar juga dikerahkan khusus sebagai operator mobil water treatment.

Putra mengakui, sulitnya menemukan sumber air di sekitar lokasi kebakaran masih menjadi kendala utama pemadaman darat.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar