Ingin Tingkatkan Indeks Produksi: Petani Diminta Paham Mekanisasi Pertanian Dulu
LANDAK, Insidepontianak.com - Mekanisasi mulai didorong menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Landak.
Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai dapat mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak, John Elak, mengatakan mekanisasi dibutuhkan agar proses budidaya pertanian dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut dia, pola kerja pertanian perlu beradaptasi. Penggunaan mesin menjadi salah satu cara untuk menekan waktu pengerjaan di lapangan.
“Semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian dan tingginya biaya produksi pertanian,” kata John, Senin (5/10/2026).
Menurut John, manfaat mekanisasi tidak berhenti pada pengurangan pekerjaan manual. Yang lebih penting, penggunaan alsintan dapat mempercepat pengolahan lahan dan proses panen sehingga waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menambah siklus tanam.
Dengan waktu pengolahan lahan yang lebih singkat, petani memiliki peluang meningkatkan indeks pertanaman (IP). Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun, dapat didorong menjadi dua kali tanam.
“Tujuan akhir dari penyerahan ini bukan sekadar membagi-bagikan alat, melainkan untuk meningkatkan indeks pertanaman,” ujarnya.
Karena itu, John berharap mekanisasi mampu mendorong perubahan dari sekadar mempercepat pekerjaan menjadi peningkatan produktivitas lahan.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Landak melalui dukungan APBD menyalurkan 20 unit hand tractor dan 21 unit power thresher. Alat tersebut digunakan untuk membantu proses pengolahan lahan dan penanganan hasil panen.
John mengatakan, efektivitas penggunaan alsintan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Alat yang telah disalurkan harus dimanfaatkan secara optimal agar dampaknya tidak hanya dirasakan dalam satu musim tanam.
Data Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) mencatat terdapat 3.688 kelompok tani di Kabupaten Landak. Dengan jumlah tersebut, pemenuhan kebutuhan alsintan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Karena itu, pemanfaatan alat secara bersama menjadi penting. Alsintan yang tersedia diharapkan dapat digunakan secara bergantian oleh petani sehingga jangkauan manfaatnya lebih luas.
Pendampingan juga dilakukan melalui penyuluh pertanian. Petani akan mendapat bimbingan mengenai penggunaan dan perawatan alat agar mesin tetap berfungsi dan dapat mendukung kegiatan pertanian dalam jangka panjang. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment