Kalbar Tembus 100 Persen Tim Siber, BSSN Beri Penghargaan
DEPOK, insidepontianak.com – Kalimantan Barat berhasil menembus capaian 100 persen Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) teregistrasi di seluruh kabupaten/kota.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui penghargaan kategori “Provinsi 100% Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Teregistrasi”.
Penghargaan diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Christianus Lumano, yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium dr. Roebiono Kertopati BSSN, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Capaian 100 persen itu berarti seluruh 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat telah memiliki TTIS yang teregistrasi.
Kalbar pun masuk dalam lima provinsi yang mendapat apresiasi BSSN karena berhasil mencapai capaian tersebut. Empat provinsi lainnya yakni Riau, Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan TTIS menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman keamanan digital yang semakin berkembang.
Tim ini bertugas mendeteksi, merespons, menangani hingga membantu proses pemulihan ketika terjadi insiden siber yang dapat mengganggu sistem elektronik, keamanan data maupun layanan publik.
Penghargaan tersebut diberikan dalam momentum pengukuhan TTIS oleh BSSN. Pada 2026, BSSN mengukuhkan 59 TTIS, terdiri dari 13 TTIS kementerian/lembaga, 37 TTIS pemerintah daerah, tujuh TTIS sektor kesehatan dan dua TTIS sektor pendidikan.
Pembentukan TTIS menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pemerintah dalam menghadapi dan menangani insiden siber secara lebih terstruktur.
Bagi Kalimantan Barat, capaian tersebut menjadi salah satu langkah dalam membangun sistem keamanan digital yang lebih terkoordinasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Koordinasi antara Pemprov Kalbar, pemerintah kabupaten/kota, BSSN dan pemangku kepentingan menjadi bagian dari proses mencapai registrasi TTIS di seluruh daerah.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, penguatan keamanan informasi dan persandian akan terus dilakukan.
Penguatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi penanganan insiden, kemampuan deteksi dan respons, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di lingkungan pemerintahan.
Dengan seluruh kabupaten/kota telah memiliki TTIS teregistrasi, Pemprov Kalbar kini memiliki fondasi yang lebih luas untuk memperkuat keamanan ruang digital daerah.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga sistem pemerintahan dan pelayanan publik agar tetap aman, tangguh, dan dapat dipercaya di tengah meningkatnya ancaman siber. (*)
Penulis : REDAKSI/RILIS
Editor : -

Leave a comment