Yandi Ingatkan Pemkot Pontianak: Jangan Kejar Pendapatan dengan Membebani Masyarakat

27 Oktober 2026 12:39 WIB
Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak, Yandi, mengapresiasi peningkatan target pendapatan daerah dalam APBD 2027.

Namun, ia mengingatkan Pemerintah Kota Pontianak agar tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak pendapatan di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.

Menurut Yandi, peningkatan pendapatan daerah perlu dilakukan melalui inovasi dan penggalian potensi baru. Pemerintah kota harus mencari sumber pendapatan alternatif tanpa menambah beban masyarakat melalui kebijakan yang justru memberatkan warga.

“Secara umum, kita mengapresiasi adanya peningkatan pendapatan. Cuma kita minta agar itu jangan membebani masyarakat. Harus berinovasi mencari sumber lain yang tidak membebani masyarakat karena mereka sedang susah,” ujar Yandi.

Bendahara Partai Hanura Kalbar tersebut menilai, pemerintah daerah perlu lebih kreatif mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kota Pontianak. Terlebih, terdapat sejumlah program pemerintah pusat yang berdampak terhadap berkurangnya ruang fiskal daerah.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah kota dituntut mampu menjaga stabilitas anggaran sekaligus memastikan pembiayaan pembangunan tetap berjalan.

Yandi menilai, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Menurutnya, aset pemerintah memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara profesional, produktif, dan transparan. Optimalisasi tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan tanpa harus menambah tekanan terhadap masyarakat.

“Potensi anggaran harus kita cari di tempat lain yang tidak membebani masyarakat. Misalnya, optimalisasi aset. Ada banyak aset pemerintah yang bisa dioptimalkan untuk mendorong peningkatan PAD,” katanya.

Selain optimalisasi aset, Yandi juga mendorong pemerintah kota mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan pendapatan daerah.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berpotensi meningkatkan PAD, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja.

Karena itu, pengembangan sektor tersebut perlu dilakukan secara terencana dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki Kota Pontianak.

Yandi menegaskan, peningkatan pendapatan daerah harus berjalan beriringan dengan perlindungan daya beli masyarakat.

Pemerintah kota perlu memastikan setiap kebijakan pendapatan mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga.

Ia berharap, pembahasan APBD 2027 tidak hanya berfokus pada peningkatan nominal pendapatan, tetapi juga memperkuat strategi pengelolaan potensi daerah agar pembangunan tetap berjalan tanpa menambah beban masyarakat.

“Secara umum anggaran kita stabil dengan kondisi yang ada. Cuma kita harus mencari potensi pendapatan dari tempat lain yang tidak membebani masyarakat,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar