Wabup Susana Herpena Ajak Pelajar dan Pemuda Sanggau Perkuat Moderasi Beragama

21 Oktober 2026 13:18 WIB
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena foto bersama dengan para peserta  Seminar Moderasi Beragama yang digelar oleh FKUB Sanggau. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengajak pelajar dan pemuda memperkuat moderasi beragama.

Sebab, dengan sikap toleransi yang kuat, kerukunan di tengah keberagaman masyarakat dapat terus dirawat.

“Moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, melainkan cara beragama yang seimbang, inklusif, menghargai perbedaan, dan cinta Tanah Air,” tegas Susana saat membuka Seminar Moderasi Beragama bagi Pelajar dan Pemuda pada Rabu (21/10/2026).

Seminar itu digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau. Mengangkat tema: “Membangun Generasi Milenial yang Berjiwa Moderasi untuk Sanggau yang Harmonis.”

Susana pun menegaskan, tantangan menjaga kerukunan semakin kompleks di era digital akibat arus informasi yang begitu bebas.

Keterbukaan tanpa batas itu berpotensi memicu penyebaran hoaks, intoleransi, hingga polarisasi di ruang digital yang dapat mengancam persatuan.

Oleh karena itu, ia menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman yang matang tentang moderasi beragama.

Dengan cara pandang yang moderat, perbedaan dapat disikapi secara bijak. Sehingga, keharmonisan di tengah masyarakat dapat terus terjaga.

Susana menekankan tiga hal penting yang perlu dilakukan bersama untuk menumbuhkan sikap toleransi di kalangan pelajar dan pemuda.

Pertama, bijak dan cerdas dalam bermedia sosial. Generasi muda diharapkan menjadi agen perdamaian sekaligus penangkal hoaks dan ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kedua, memperkuat perjumpaan lintas iman melalui dialog, kolaborasi positif, dan kegiatan sosial bersama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun keyakinan.

Ketiga, merawat kearifan lokal yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Sanggau, terutama tradisi gotong royong, kebersamaan, dan sikap saling menghormati.

“Ketiga hal tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda tidak hanya memahami pentingnya toleransi, tetapi juga mempraktikkannya,” tegasnya.

Ia berharap, melalui seminar yang digagas FKUB ini, pelajar dan pemuda Sanggau semakin paham betapa krusialnya menjaga kerukunan.

“Mari jadikan perbedaan keyakinan sebagai pelangi yang memperindah kebersamaan di Kabupaten Sanggau,” ajaknya.

Susana juga mengharapkan semangat moderasi beragama terus tumbuh di jiwa generasi muda, sehingga keberagaman menjadi modal utama untuk mempererat persatuan daerah.***


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar