BI Pacu Digitalisasi Keuangan Pemda di Kalbar
PONTIANAK, insidepontianak.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat digitalisasi keuangan daerah.
Guna mencapai target tersebut, kolaborasi dengan pemerintah daerah kian diperkuat melalui forum Sinergi Pengawasan dan Percepatan Elektronifikasi Pemerintah Daerah (SI PEDE).
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septajaya, menjelaskan forum ini berfokus memperkuat pengawasan sekaligus mengakselerasi program digitalisasi di seluruh Kalbar.
Hasil konkret dari sinergi ini mulai terlihat. Perluasan pemanfaatan QRIS dinamis untuk pembayaran pajak daerah secara bertahap telah terlaksana.
Sistem pembayaran tersebut diintegrasikan langsung ke dalam platform Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tiap kabupaten/kota.
“Inovasi tersebut berdampak pada efisiensi dan efektivitas tata kelola keuangan, sekaligus memudahkan akses layanan publik bagi masyarakat,” ujar Doni, Selasa (29/9/2026).
Saat ini, implementasi QRIS dinamis berbasis platform daerah sudah berjalan di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kota Kota Pontianak telah menerapkan sistem E-Ponti, sedangkan Kota Singkawang memiliki platform SIGAP.
Kabupaten Sambas hadir dengan sistem E-Pakatan. Sementara Kabupaten Landak mengandalkan program SAPALA, dan Kabupaten Mempawah memperluas layanan digitalnya lewat aplikasi Si Perjaka.
Pemprov Kalbar tak ketinggalan meluncurkan inovasi Samsat Gokatan (Go Kecamatan). Layanan ini terintegrasi untuk memperluas edukasi dan penerapan transaksi nontunai di 14 kabupaten/kota.
“Sinergi antara pemda, Bank Indonesia, dan Bank Kalbar selaku pemegang RKUD menjadi kunci memperluas dampak inovasi ini,” terangnya.
Tak hanya di sektor pemerintahan, BI Kalbar bersama Bank Kalbar turut menginisiasi proyek percontohan (piloting) QRIS bagi kearifan lokal transportasi air.
Program ini menyasar 30 penambang sampan dan speedboat di Kota Pontianak agar mulai beralih ke transaksi nontunai.
“Ke depan, perluasan adopsi teknologi ini diharapkan mampu memperkuat inklusi dan efisiensi ekosistem pembayaran digital secara berkelanjutan,” pungkasnya.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment