Bupati Ketapang Desak Pertamina Percepat Distribusi BBM, Dua Kapal Bawa Ribuan Kiloliter Pasokan

16 Oktober 2026 13:35 WIB
Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026)/IST

KETAPANG, insidepontianak.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendesak Pertamina mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengurai antrean kendaraan yang terjadi akibat persoalan pasokan.

Desakan itu disampaikan Alex saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026), menyusul kedatangan dua kapal pengangkut BBM yang membawa tambahan pasokan Pertalite dan Pertamax ke wilayah tersebut.

Alex meminta proses pembongkaran muatan segera dilakukan agar BBM bisa secepatnya disalurkan ke SPBU, Pertashop, serta pengecer yang khusus menjual Pertamax.

"Siang ini akan bongkar, saya sudah suruh untuk segera distribusi ke SPBU, Pertashop dan pengecer -pengecer khusus Pertamax," ujar Alex.

Dua kapal yang membawa tambahan pasokan tersebut yakni SPOB Seaquell 202 dari Pontianak dan SPOB Kapuas dari Banten.

Kapal SPOB Seaquell 202 tiba di Jobber Ketapang pada Jumat subuh dengan membawa 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 200 KL Pertamax.

Sementara itu, kapal SPOB Kapuas dilaporkan telah tiba di muara Sungai Pawan dengan muatan 2.500 KL Pertalite dan 250 KL Pertamax.

Dengan tambahan pasokan tersebut, Alex berharap distribusi BBM segera berjalan lancar sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang dapat terurai.

Menurut Alex, kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang disebut mencukupi. Karena itu, ia meminta Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran distribusi agar tidak terjadi keterlambatan pasokan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

"Saya selalu mendesak ke pihak Pertamina dan BPH Migas untuk memprioritaskan Kabupaten Ketapang, jangan sampai ada kendala dalam distribusi," katanya.

Alex mengakui tata kelola dan distribusi BBM bukan merupakan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Ketapang. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya turun tangan ketika persoalan pasokan berdampak pada masyarakat.

Di tengah kondisi antrean BBM, Alex juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia meminta warga membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Ia turut mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan atau gangguan distribusi BBM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi persoalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap percepatan pembongkaran dan penyaluran BBM dari kedua kapal itu dapat segera menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memulihkan kelancaran pelayanan di SPBU. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar