Kualitas Udara Memburuk, 10.000 Masker Dibagikan kepada Warga Ketapang

20 Oktober 2026 14:49 WIB
Pembagian masker/IST

KETAPANG, insidepontianak.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang bersama Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang, PT BGA, dan KNPI Ketapang membagikan 10.000 lembar masker kepada masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Ketapang, Selasa (20/10/2026).

Aksi sosial tersebut menyasar masyarakat yang beraktivitas di sekitar perempatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan Bundaran Kedondong. Pembagian masker juga dilakukan di lorong rumah sakit untuk membantu melindungi pasien serta keluarga yang sedang menunggu dan mendampingi pengobatan.

Ketua PWI Kabupaten Ketapang, Supriadi, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian insan pers bersama elemen masyarakat dan dunia usaha terhadap ancaman kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Menurutnya, berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, kualitas udara di Ketapang dalam sepekan terakhir berada pada kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Dengan kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan dan perlindungan diri. Pembagian masker ini merupakan salah satu bentuk kepedulian agar masyarakat tetap terlindungi saat harus beraktivitas di luar rumah,” kata Supriadi.

Ia berharap kolaborasi lintas organisasi tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap sekaligus mendorong percepatan penanganan karhutla agar kualitas udara segera membaik.

Sementara itu, Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, mengatakan pembagian masker dilakukan karena masih ditemukan pengendara yang melintas tanpa menggunakan pelindung pernapasan meskipun kabut asap masih pekat.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih pekat. Kami melihat masih ada pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker,” ujarnya.

Agustiandi menjelaskan, pembagian masker di lingkungan RSUD dr. Agoesdjam juga menjadi perhatian karena terdapat pasien yang sedang menjalani pengobatan serta keluarga yang mendampingi mereka.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

“Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama. Kami ingin kehadiran organisasi dan pihak perusahaan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kabut asap,” tambahnya.

Dari pihak perusahaan, CA Specialist BGA Ketapang, Agus Suryadi, mengatakan keterlibatan PT BGA merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Agus menyebutkan, sebelumnya PT BGA bersama PWI Ketapang juga berkolaborasi menyalurkan air bersih siap minum di Jalan Restu Ibu, Kelurahan Sampit, Kabupaten Ketapang.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Baik pembagian air bersih siap minum maupun masker, semuanya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Agus.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua I KNPI Kabupaten Ketapang, Fachrur Rizal. Ia mengapresiasi keterlibatan KNPI dalam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kami senang dan bangga turut dilibatkan dalam pembagian masker ini. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di Ketapang,” ujarnya.

Fachrur berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, insan pers, dan dunia usaha terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui aksi tersebut, PWI Ketapang bersama KAWAN, PT BGA, dan KNPI mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara memburuk. (*)

 


Penulis : Fauzi
Editor : -
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar