Revitalisasi Sekolah di Kubu Raya Naik Hampir Tiga Kali Lipat, 89 Sekolah Dibantu pada 2026

17 Oktober 2026 16:18 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat meninjau pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kubu Raya, Sabtu (17/10/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di  Kubu Raya mengalami peningkatan signifikan pada 2026 sebanyak 89 sekolah dari tahun sebelumnya sebanyak 34 sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kubu Raya, Sabtu (17/10/2026).

Peningkatan jumlah sekolah penerima bantuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, terutama bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.

“Untuk Kubu Raya, 2025 ada 34 sekolah yang dibantu. Tahun 2026 ada 89 sekolah,” kata Abdul Mu'ti.

Secara keseluruhan, program revitalisasi di Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan. 

Pada 2025, sebanyak 343 sekolah mendapat bantuan dengan total anggaran Rp424 miliar.

Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 943 sekolah dengan nilai bantuan pembangunan mencapai Rp848 miliar. 

Seluruh sekolah penerima bantuan tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS).

Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan Rp667 miliar dari total anggaran revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat tahun 2026.

Di SD Negeri 39 Sungai Raya, bantuan revitalisasi mencapai Rp2,2 miliar. Pekerjaan meliputi rehabilitasi ruang kelas dan penambahan satu ruang kelas baru.

Abdul Mu'ti mengatakan, pengerjaan revitalisasi di sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola.

“Insyaallah nanti semuanya akan selesai pada bulan Desember,” ujarnya.

Targetkan Sekolah Negeri Rusak Tuntas pada 2028

Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengapresiasi, peningkatan jumlah sekolah penerima revitalisasi. 

Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas belajar.

Ia menilai, kondisi bangunan sekolah menjadi salah satu persoalan mendasar yang perlu dibenahi agar proses pendidikan berjalan lebih baik.

“Kondisi sekolah kita sangat memprihatinkan. Maka, dengan adanya program revitalisasi ini, kami atas nama masyarakat dan daerah mengucapkan terima kasih,” kata Sujiwo.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap perbaikan infrastruktur pendidikan tidak berhenti pada program tahun ini.

Sujiwo menargetkan, pada 2028 tidak ada lagi sekolah negeri yang mengalami kerusakan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Menurutnya, target tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat agar kebutuhan perbaikan sekolah di Kubu Raya dapat diselesaikan secara bertahap.

“Harapan kami, pada 2028 sudah tuntas. Tidak ada lagi SD negeri, SMP negeri, dan TK negeri yang rusak,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar