Sujiwo Minta Duplikasi Jembatan Kapuas II Dikaji Ulang, Sarankan Flyover

17 Oktober 2026 16:21 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kubu Raya, Sujiwo meminta, wacana pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas II perlu dikaji ulang. 

Sebab, ia menilai, pembangunan flyover atau jalan layang bisa menjadi solusi yang lebih efektif untuk mengurai kemacetan di jalur penghubung Kubu Raya dan Pontianak tersebut.

Menurut Sujiwo, rencana pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kepadatan lalu lintas patut diapresiasi. 

Namun, ia berharap pemerintah juga mempertimbangkan alternatif lain yang dinilai lebih tepat untuk menjawab persoalan kemacetan.

“Kalau pemikiran saya, yang lebih tepat itu justru dibangun flyover. Menurut saya, itu solusi yang paling tepat,” kata Sujiwo, Sabtu (17/10/2026).

Ia mencontohkan, pembangunan duplikasi jembatan yang sudah ada di kawasan Kapuas I. 

Penambahan jembatan, kata dia, memang memberikan dampak, tetapi belum tentu maksimal dalam mengatasi persoalan arus lalu lintas.

Sujiwo menilai, persoalan utama di kawasan Jembatan Kapuas II bukan semata-mata kapasitas jembatan, melainkan arus kendaraan yang langsung berhadapan dengan lampu lalu lintas setelah turun dari jembatan.

Kondisi tersebut membuat kendaraan yang sudah melewati jembatan kembali tertahan. Ketika antrean terus bertambah, kemacetan berpotensi mengular, terutama saat volume kendaraan tinggi.

“Begitu turun dari Jembatan Kapuas II, langsung lampu merah. Ini persoalannya,” ungkapnya.

Ia menggambarkan, kendaraan yang dilepas saat lampu hijau belum tentu sebanding dengan jumlah kendaraan yang datang pada siklus berikutnya. Akibatnya, antrean berpotensi terus menumpuk dan semakin panjang.

Karena itu, Sujiwo mengusulkan pembangunan flyover yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa harus terhambat persimpangan lampu lalu lintas di jalur tersebut.

Bahkan, ia menyebut, dua titik yang menurutnya layak dipertimbangkan, yakni kawasan Jalan Desa Kapur dan Adisucipto.

“Kalau dibuat pola flyover, saya kira itu yang paling ampuh,” yakinnya.

Selain dinilai lebih efektif mengurai kemacetan, Sujiwo juga berpendapat pembangunan jalan layang berpotensi lebih hemat dibandingkan pembangunan duplikasi jembatan.

Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati rencana yang disusun pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau memang konsepnya dari Kementerian PU demikian, kita akan support. Tapi saran saya perlu dikaji ulang,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, kajian ulang diperlukan agar pembangunan infrastruktur yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan lalu lintas dalam jangka panjang, bukan sekadar menambah kapasitas jalan dan jembatan.

Ia berharap, alternatif pembangunan flyover turut menjadi pertimbangan sebelum pemerintah menetapkan konsep pembangunan yang akan dilaksanakan. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar