Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya Masih Butuh Rp40 Miliar, Lasarus Janji Perjuangkan Anggaran Pusat
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, membutuhkan total anggaran Rp50 miliar. Namun, dana yang teralokasi saat ini baru menyentuh Rp10 miliar.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, berjanji bakal memperjuangkan sisa kebutuhan anggaran tersebut agar pengerjaan fisik tetap berjalan sampai tuntas.
“Sudah masuk Rp10 miliar, masih kurang Rp40 miliar. Nanti kita upayakan penambahannya,” ujar Lasarus saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (19/10/2026).
Pembangunan Pasar Induk Kubu Raya dirancang menggunakan skema tahun jamak atau multiyears periode 2022–2028. Penambahan alokasi anggaran berpeluang disisipkan melalui APBN Perubahan.
Lokasi Strategis
Lasarus menilai lokasi pasar induk sangat strategis lantaran terhubung langsung dengan akses darat dan aliran Sungai Kapuas. Kondisi geografis ini diyakini mampu mempercepat mobilitas barang serta menekan biaya distribusi komoditas pangan.
“Lokasi ini sangat bagus. Bagian belakangnya menyentuh Sungai Kapuas. Aksesnya bisa dua jalur, dari darat dan sungai,” tambahnya.
Jalur sungai tersebut diproyeksikan khusus untuk menopang pasokan ikan segar dan hasil perikanan lokal dari berbagai daerah penyangga.
Harapan Pedagang
Rencana pembangunan Pasar Induk Kubu Raya ini pun disambut hangat para pedagang. Aliwardi, salah seorang pedagang, berharap pasar baru yang lebih representatif dapat mendongkrak omzet harian.
“Sudah seharusnya dibuat pasar induk di sini. Supaya pedagang maju, pengunjung ramai, dan hasil pertanian bisa dijual dengan harga bagus,” tutur Aliwardi.
Ia mencatat, ada sekitar 200 lapak pedagang di Pasar Melati Parit Baru. Seluruhnya berharap bisa tertampung di bangunan pasar induk nanti.
Kehadiran Pasar Induk Kubu Raya diyakini tak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat sekitar.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment