Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kuala Behe: Peragakan 47 Adegan, Tersangka Tak Hadir

30 September 2026 14:22 WIB
Ilustrasi

LANDAK, Insidepontianak.com - Polres Landak menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang ibu dan anak balita di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, dengan memperagakan 47 adegan.

Rekonstruksi tersebut memperagakan rangkaian peristiwa pada 6 dan 7 Agustus 2026. Dari hasil rekonstruksi dan keterangan yang diperoleh penyidik, polisi menduga pembunuhan telah direncanakan sehari sebelum aksi dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto mengatakan, pada 6 Agustus 2026, tersangka S dan B disebut telah melakukan perencanaan untuk merampok korban.

Menurut Kuswiyanto, motif yang didalami penyidik dalam perkara tersebut adalah ekonomi. Kedua tersangka diduga menargetkan uang, emas, dan barang berharga milik korban.

“Bisa dikatakan perencanaan untuk menghabisi. Karena awal mula yang direncanakan itu mencari uang atau merampok uang. Namun, di perencanaan itu juga sudah terpikirkan apabila tidak diselesaikan maka akan ketahuan,” kata Kuswiyanto, Rabu (30/9/2026).

Kuswiyanto menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, dalam perencanaan tersebut sudah muncul pembicaraan mengenai kemungkinan menghabisi korban agar aksi mereka tidak diketahui.

Ia menyebut terdapat ungkapan dari kedua tersangka bahwa apabila persoalan tersebut tidak “diselesaikan”, justru mereka yang akan selesai.

Berdasarkan rangkaian tersebut, kata Kuswiyanto, penyidik menyimpulkan dugaan pembunuhan telah menjadi bagian dari perencanaan.

Kronologi Berdasarkan Rekonstruksi

Berdasarkan adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi dan keterangan B kepada penyidik, S dan B satu hari sebelumnya sudah merencakan aksi mereka di pondok tempat mereka bekerja.

Kemudian pada besoknya, Jumat (7/9) keduanya bertemu di salah satu warung sebelum menuju pondok korban.

Dalam perjalanan ke pondok milik korban, menurut keterangan B dalam rekonstruksi, S meminta B bersembunyi.

B kemudian disebut menunggu sementara S mendatangi korban untuk memancingnya keluar dari pondok.

Setelah korban keluar, berdasarkan reka ulang yang diperagakan B, korban kemudian disergap dari belakang.

Dalam rangkaian adegan tersebut, anak korban terjatuh dari pangkuan dan disebut berusaha melarikan diri ke arah pondok.

Namun, berdasarkan rekonstruksi dan keterangan B, S kemudian menangkap anak korban.

Dalam rekontruksi juga terungkap korban sempat melakukan perlawanan, namun setelah berhasil di jatuhkan, B lantas menindih tubuh korban dan melakukan pencekikan terhadap korban bernama Asniwati.

Sementara itu, menurut reka ulang dan keterangan dari B, S melakukan tindakan serupa terhadap anak korban.

Setelah kedua korban tidak berdaya, berdasarkan rekonstruksi, keduanya kemudian diikat menggunakan tali karet ban yang disebut dibawa oleh S.

Berdasarkan keterangan B yang diperagakan dalam rekonstruksi, jasad korban kemudian dibawa dan disembunyikan di sekitar pohon sawit. Jasad tersebut selanjutnya ditutupi menggunakan daun kering.

Tak Ikut Rekonstruksi

Dalam rekonstruksi tersebut, hanya B yang memperagakan rangkaian kejadian. S tidak ikut melakukan peragaan.

Kuswiyanto mengatakan, S tidak melakukan rekonstruksi karena hingga kini tidak mengakui keterlibatannya dalam perkara tersebut.

“Karena sampai saat ini tersangka S tidak pernah mengakui perbuatannya. Namun, tersangka B sangat jelas, gamblang, dan lugas menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh kedua tersangka tersebut,” kata Kuswiyanto.

Keterangan B tersebut, menurut Kuswiyanto, kemudian dikorelasikan penyidik dengan alat bukti lain.

Salah satunya berupa sepasang anting emas yang ditemukan saat polisi melakukan penggeledahan di rumah S.

Menurut Kuswiyanto, suami korban mengenali anting tersebut sebagai milik korban. Keterangan itu, kata dia, juga diperkuat oleh anak dan sejumlah anggota keluarga korban.

Sebagian Emas dan Hasil Kejahatan Ditemukan

Kuswiyanto mengatakan, polisi masih menelusuri sejumlah harta benda korban yang diduga hilang dalam peristiwa tersebut.

Menurut dia, sebagian emas telah ditemukan, sedangkan sebagian perhiasan lainnya disebut telah dijual.

Polisi juga telah menemukan sisa uang yang menurut penyidik berada di tangan B. Selain uang, polisi mengamankan kendaraan dan telepon seluler yang menurut penyidik berkaitan dengan hasil kejahatan.

Sementara itu, uang yang diduga masih berada di tangan S hingga kini belum ditemukan. Kuswiyanto mengatakan, pencarian uang tersebut masih terkendala karena S tidak mengakui perbuatannya.

Polisi juga masih berupaya menemukan keberadaan keluarga S yang menurut penyidik diduga mengetahui keberadaan uang tersebut.

Polisi, kata Kuswiyanto, sempat mendapat informasi bahwa keluarga S berada di wilayah Bengkayang. Namun, setelah dilakukan pengejaran, polisi belum menemukan keberadaan mereka.

Ada Uang Korban Rp100 Juta 

Mengenai jumlah uang yang diduga hilang, Kuswiyanto mengatakan nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta lebih.

Perkiraan tersebut, kata dia, didasarkan pada keterangan B mengenai uang yang diambil dari dalam tas korban dan kemudian dicocokkan dengan keterangan suami korban.

Menurut keterangan yang diterima penyidik, suami korban mengetahui adanya uang sekitar Rp130 juta yang disimpan korban.

Namun, Kuswiyanto mengatakan masih terdapat sejumlah uang lain yang tidak diketahui secara pasti oleh suami korban. Uang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas korban, seperti arisan dan uang kas TK.

“Diperkirakan 100-an juta,” ujar Kuswiyanto.

Berkas Perkara Kembali Dilengkapi

Usai rekonstruksi, Kuswiyanto mengatakan penyidik akan kembali melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk memenuhi sejumlah petunjuk dari jaksa penuntut umum.

Setelah dilengkapi, berkas perkara akan kembali dikirimkan kepada jaksa untuk menjalani proses penelitian.

“Kita lengkapi BAP-nya, kemudian kita lengkapi beberapa petunjuk dari jaksa. Selanjutnya kita kirimkan kembali berkasnya dan kita tunggu P21 dari jaksa,” pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar