Kebakaran Ruko di Ngabang, Wabup Landak Ingatkan Pentingnya Akses Keselamatan Bangunan
LANDAK, Insidepontianak.com – Wakil Bupati Landak Erani mengingatkan masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan saat membangun rumah maupun rumah toko (ruko), termasuk menyediakan akses untuk menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran.
Pernyataan itu disampaikan Erani menyusul kebakaran yang menghanguskan empat pintu ruko di Jalan Pemuda, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin dini hari.
Peristiwa tersebut menewaskan dua perempuan yang bekerja sebagai karyawan di salah satu ruko.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mempertimbangkan jalur evakuasi dan akses penyelamatan dalam pembangunan bangunan, terutama yang digunakan untuk tempat usaha sekaligus tempat tinggal.
“Ketika membangun rumah tinggal maupun ruko, perlu dipertimbangkan agar tersedia akses untuk mengantisipasi bahaya kebakaran dan akses untuk menyelamatkan diri,” kata Erani, Selasa (20/10/2026).
Menurut Erani, pembangunan bangunan tidak cukup hanya memperhatikan kebutuhan ruang dan fungsi.
Aspek keselamatan juga perlu diperhitungkan untuk mengantisipasi keadaan darurat yang dapat mengancam penghuni maupun orang yang berada di dalamnya.
Erani turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyayangkan peristiwa kebakaran tersebut menimbulkan korban jiwa.
“Pertama-tama, kita turut prihatin dan berduka cita untuk keluarga yang mengalami musibah. Ini di luar dugaan kita semua,” ujarnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian bersama agar aspek keselamatan tidak diabaikan dalam pembangunan rumah maupun ruko.
Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB Senin dini hari. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga, api diduga berasal dari korsleting listrik.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Dua korban berinisial S dan K sempat dievakuasi ke RSUD Landak pada Senin pagi. Keduanya kemudian dibawa ke kampung halaman masing-masing di Kecamatan Meranti untuk diserahkan kepada keluarga.
Korban S berasal dari Dusun Palah Parajo, Desa Kelampai Setolo, sedangkan korban K berasal dari Dusun Moro Behe, Desa Meranti. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment