Sudah Bayar Instalasi Rp4,5 Juta ke Vendor, Warga Sengkuang Demo Listrik PLN Tak Kunjung Masuk

23 Oktober 2026 11:07 WIB
Pembacaan tuntutan warga Dusun Sengkuang terkait fasilitas listrik oleh koordinator aksi, Marselinus Untung. (Istimewa)

LANDAK, insidepontianak.com – Ratusan warga Dusun Sengkuang, Desa Papung, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, menggelar aksi unjuk rasa di kantor desa setempat, Kamis (22/10/2026) sore.

Kekecewaan warga memuncak lantaran sebanyak 81 dari total 84 rumah di dusun tersebut sudah membayar dan memasang instalasi listrik sejak Juli 2026.

Namun, tiang PLN tak kunjung dibangun. Koordinator aksi, Marselinus Untung, mendesak pemerintah desa memperjuangkan listrik secara adil seperti di Dusun Taba yang kini pembangunan jaringannya sudah dimulai.

"Tuntutannya biar adil merata. Kami meminta pihak desa mengusulkan kembali proposalnya supaya semua dusun bisa teraliri listrik," tegas Marselinus.

Warga Bayar Vendor

Kepala Dusun Sengkuang, Ponip, mengungkapkan warga sebenarnya sudah sangat siap menyambut masuknya listrik PLN. Mereka bahkan bergotong royong membuka akses jalan dan memperbaiki jembatan agar truk material bisa masuk.

Tak hanya itu, warga nekat merogoh kocek demi memasang instalasi melalui vendor yang berjanji jaringan listrik segera masuk di daerahnya.

"Harapan kami, pemerintah daerah, provinsi, dan pusat bisa berkoordinasi dengan PLN supaya listrik dapat menjangkau kami," ujar Ponip.

Biaya yang dikeluarkan warga terbilang besar. Untuk meteran 900 VA, warga ditarik Rp4 juta. Sementara meteran 1.300 VA dikenakan tarif Rp4,5 juta, plus tambahan Rp250 ribu per titik instalasi.

Sayangnya, meski uang sudah disetor, kejelasan kapan arus listrik mengalir tak pernah ada. Kepala Desa Papung, Kasim, membenarkan terjadinya krisis kepercayaan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakatnya.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya sudah mengajukan proposal listrik untuk dua dusun, yakni Sengkuang dan Taba. Namun, pihak PLN baru mengeksekusi pembangunan di Dusun Taba.

"Kami memahami masyarakat cemburu karena dusun tetangga sudah terang, sementara di Papung masih ada yang gelap," kata Kasim.

Akan Datangi PLN

Aksi damai tersebut akhirnya berlanjut ke meja mediasi yang dihadiri perwakilan warga, pemdes, Wakapolsek Ngabang, Danramil Ngabang, serta pihak Kecamatan Jelimpo.

Pertemuan menghasilkan kesepakatan bahwa Pemdes Papung bakal mendampingi perwakilan warga mengadu langsung ke Kantor PLN Wilayah di Pontianak.

Mengenai uang instalasi yang sudah dipungut, Pemdes dan warga akan menuntut penjelasan resmi vendor terkait kepastian pekerjaan yang sudah dibayar masyarakat tersebut.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar