Karolin Rancang Dana Abadi Pendidikan, Agar Pembiayaan Tak Bergantung pada APBD

26 Oktober 2026 14:40 WIB
Ilustrasi Bupati Karolin mengajari langsung siswa di salah satu SD Kabupaten Landak, untuk membaca/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, merancang Dana Abadi Pendidikan untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan pendidikan lintas pemerintahan.

Skema ini diharapkan menjadi sumber pendanaan jangka panjang sehingga dukungan bagi pendidikan tidak sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran tahunan.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tengah merancang peraturan daerah (Perda) yang akan menjadi dasar pembentukan dana tersebut.

Gagasan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan komitmen pemerintah terhadap pendidikan tetap berlanjut, termasuk ketika kepemimpinan daerah berganti.

Karolin menyampaikan rencana itu saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-10 Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya dan ulang tahun pertama Mangkok Merah Borneo Bersatu.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan bagi masa depan generasi muda dan keberlangsungan budaya masyarakat.

"Dengan ilmu pengetahuan kita bisa menguasai daerah kita, bisa menguasai teknologi, bisa menguasai sumber daya alam, bisa menguasai berbagai hal secara ekonomi, secara politik, dan secara budaya. Modal kita haruslah tuntut ilmu setinggi-tingginya," kata Karolin, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, pembiayaan pendidikan membutuhkan perencanaan jangka panjang. Selama ini, kebutuhan pembangunan daerah dibiayai melalui APBD yang setiap tahun harus dibagi untuk berbagai sektor.

Melalui Dana Abadi Pendidikan, pemerintah daerah berencana menyisihkan dana pokok yang tidak digunakan untuk belanja rutin.

Dana tersebut akan dikelola, sedangkan hasil pengembangannya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.

"Jadi kita mau taruh uang dan tidak boleh diganggu gugat khusus untuk pendidikan. Nanti yang diputar adalah bunga dari uang itu," ujarnya.

Karolin berharap, dana pokok tersebut dapat terus bertambah melalui penyertaan dana dari pemerintah daerah pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan demikian, hasil pengelolaannya berpotensi menjadi sumber pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.

"Bupati tahun depan tambah lagi, tambah lagi, simpan uangnya. Kita makan dari bunga. Jangan makan pokoknya," kata Karolin. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar