Soroti Rapor Pendidikan, Karolin Minta Kepala Sekolah di Landak Susun Program Unggulan

4 November 2026 15:15 WIB
Ilustrasi Bupati Karolin mengajari langsung siswa di salah satu SD Kabupaten Landak, untuk membaca

NGABANG, Insidepontianak.com – Rendahnya capaian literasi dan numerasi serta masih tingginya angka putus sekolah menjadi pekerjaan rumah pendidikan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta seluruh kepala sekolah segera menyusun program inovasi untuk menjawab persoalan tersebut.

Ia memberikan waktu dua minggu agar setiap sekolah sudah memiliki program yang terukur.

"Saya beri waktu satu minggu untuk menyusun, satu minggu asistensi dengan dinas. Dua minggu sudah ada di meja saya. Apa programnya, mau ngapain? Saya minta disusun," kata Karolin, Rabu (4/11/2026).

Karolin menilai, perbaikan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan rutin. Setiap sekolah perlu melihat persoalan yang dihadapi dan merumuskan langkah konkret sesuai kondisi masing-masing.

Ia menyoroti rata-rata lama sekolah di Landak yang baru mencapai 7,76 tahun. Angka tersebut masih jauh dari harapan lama sekolah yang berada di angka 12,55 tahun.

Persoalan lain terlihat dari angka putus sekolah. Berdasarkan data yang disampaikan, angka putus sekolah jenjang SD mencapai 0,39 persen, sedangkan SMP sebesar 0,26 persen.

Kondisi sarana pendidikan juga masih menjadi perhatian. Sejumlah ruang kelas di Landak mengalami kerusakan berat dan sedang sehingga membutuhkan penanganan.

Sementara itu, capaian kemampuan literasi dan numerasi siswa juga belum memuaskan.

Merujuk Rapor Pendidikan 2024, hasil belajar Bahasa Indonesia dan Matematika siswa tingkat SD maupun SMP di Landak masih berada di bawah rata-rata provinsi.

Karolin meminta kepala sekolah menjadikan data tersebut sebagai dasar dalam menyusun program perbaikan, terutama untuk meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa.

"Kepala sekolah agar segera melakukan inovasi pembelajaran guna mendongkrak kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Lakukan pendataan sarana sekolah secara berkala, jangan hanya diserahkan kepada operator," tegasnya.

Ia menegaskan, program yang disusun tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif.

Pemerintah Kabupaten Landak akan melakukan evaluasi setiap bulan untuk melihat perkembangan dan pelaksanaannya di sekolah. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar