Percepat Transisi Energi, PLN Group Sepakati 5 Proyek Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun

24 September 2026 16:52 WIB
Penandatangan kerja sama strategis senilai Rp3,3 triliun untuk percepatan transisi energi. (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com — PLN Group menyepakati lima proyek kolaborasi transisi energi senilai Rp3,3 triliun untuk mempercepat swasembada energi nasional.

Kesepakatan kerja sama strategis tersebut diresmikan dalam ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD City.

Lima proyek itu mencakup dedieselisasi terintegrasi PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) Hibrida di wilayah terisolasi.

Kemudian, modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi berbasis TKDN, penguatan rantai pasok dan alih teknologi komponen kritis, pemeliharaan aset generator, hingga ekspansi layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) ke pasar Asia-Pasifik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan komitmen Net Zero Emissions (NZE) tetap konsisten dijalankan demi kedaulatan energi nasional.

“Caranya, di RUPTL kita dorong sekitar 70 persen energi baru terbarukan dan menambah 100 gigawatt (GW) PLTS,” ujar Bahlil.

Program PLTS 100 GW tersebut diperkirakan membutuhkan total investasi Rp1.140 triliun, dengan potensi penghematan Rp73,9 triliun per tahun serta menyerap 5,51 juta tenaga kerja. Bahlil juga menekankan agar proyek strategis ini memprioritaskan komponen dalam negeri.

“Kita mengharapkan untuk memenuhi kebutuhan proyek ini, bahan-bahan produksi dalam negeri diprioritaskan. Kalau tidak cukup, impor dibuka tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri mematikan produk lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa swasembada energi harus berdiri di atas sistem kelistrikan yang andal, mencukupi, dan bersih guna menopang hilirisasi industri hingga digitalisasi.

“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Indonesia harus mandiri energi. Kami membangun satu sistem utuh melalui percepatan PLTS 100 GW, dukungan BESS, Green Enabling Super Grid, dan digitalisasi end-to-end,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, kesepakatan bernilai Rp3,3 triliun ini menjadi bukti konkret bertemunya teknologi, modal global, dan potensi pasar dalam negeri untuk menciptakan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.***


Penulis : REDAKSI/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar