Prancis Didemo Pelajar, WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

18 Oktober 2026 15:33 WIB
Polisi menggunakan gas air mata membubarkan aksi unjuk rasa pelajar menentang kondisi pendidikan di Nancy, Prancis, pada 8 Oktober 2026. (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Prancis untuk meningkatkan kewaspadaan.

Maklumat ini dikeluarkan menyusul potensi gangguan keamanan akibat demonstrasi besar yang melanda negara tersebut sejak Jumat kemarin.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, menegaskan KBRI Paris terus memantau ketat perkembangan situasi keamanan di sana.

“Terutama pasca-gelombang unjuk rasa besar di Paris pada 17 Oktober 2026. Kepada seluruh WNI agar senantiasa berhati-hati dan mencermati perkembangan situasi terkini,” pesannya mengutip Antara, Minggu (18/10/2026).

Heni memastikan tidak ada WNI yang terlibat dalam aksi protes tersebut. Namun, gelombang unjuk rasa telah mengganggu aktivitas harian warga setempat.

“Gantuan itu meliputi perubahan jadwal sekolah, gangguan transportasi umum, hingga kemacetan parah,” lanjutnya.

Hindari Kerumunan

Karena itu, WNI yang ada di Prancis diminta menyesuaikan rute perjalanan apabila menghadapi penutupan jalur lalu lintas.

“KBRI Paris terus menjaga komunikasi dengan para WNI dan siap memantau perkembangan pascademonstrasi,” tutur Heni.

Dalam kondisi darurat, WNI dapat segera menghubungi hotline KBRI Paris di nomor +33-6-2112-2109.

Adapun aksi gelombang protes di Prancis digerakkan oleh para siswa SMA di berbagai kota sejak pertengahan September.

Mereka menuntut penambahan anggaran pendidikan, perbaikan sarana belajar, penambahan tenaga pengajar, serta pembenahan sistem seleksi masuk perguruan tinggi.

Para siswa memblokir sejumlah sekolah dan universitas. Dalam beberapa insiden, aksi massa tersebut berujung kerusuhan.

Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, menyatakan pihaknya sedang meninjau ulang platform pendaftaran perguruan tinggi Parcoursup yang diprotes siswa.

Pemerintah Prancis juga telah menempatkan dua pertiga dari 3.000 guru pengganti yang dijanjikan.

Hingga Kamis 15 Oktober 2026, sebanyak 1.260 orang telah ditangkap di wilayah metropolitan Paris sejak aksi dimulai, dengan 86 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur.***

 


Penulis : Antara
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar