Wali Kota Edi Kamtono Cari Sumber Air Baku Alternatif, Biong Kubu Raya Dilirik

23 September 2026 13:06 WIB
Tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa tengah mengecek kualitas air di kawasan Biong, Kubu Raya, Selasa (22/9/2026) sore/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai melirik kawasan Biong, Kabupaten Kubu Raya, sebagai salah satu sumber air baku alternatif untuk memperkuat ketahanan air bersih di Kota Pontianak.

Langkah ini dilakukan di tengah ancaman kemarau panjang dan intrusi air laut yang dapat menurunkan kualitas air baku Sungai Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turun langsung meninjau kawasan Biong, Selasa (22/9/2026) sore. Lokasi yang berada di bagian aliran Sungai Landak itu berjarak sekitar 22 kilometer dari Waduk Penepat.

Dalam peninjauan tersebut, tim Laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa juga mengambil sampel air untuk mengetahui kualitas air di kawasan tersebut.

Edi mengatakan, Biong menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi karena posisinya relatif lebih jauh dari pengaruh pasang air laut.

“Ini salah satu alternatif yang kita lihat karena semakin jauh dari pengaruh pasang air laut, kualitas air diharapkan semakin tawar,” kata Edi.

Hasil pengujian awal menunjukkan kualitas air di lokasi tersebut cukup baik. Salah satu parameter yang diperiksa adalah kadar garam yang tercatat hanya 11 miligram per liter.

Namun, Edi menegaskan hasil tersebut belum cukup untuk menetapkan Biong sebagai sumber air baku baru bagi Pontianak.

Menurutnya, pemerintah harus menghitung berbagai aspek teknis, mulai dari lebar dan kedalaman sungai, jarak sumber air menuju instalasi pengolahan, hingga kebutuhan pembangunan jaringan perpipaan.

“Bukan hanya soal airnya tawar atau tidak. Kita harus hitung aksesnya, jaraknya ke instalasi pengolahan, sampai bagaimana nanti jaringan pipanya,” jelasnya.

Karakter Sungai Landak di kawasan Biong juga akan dikaji lebih lanjut, terutama dari sisi teknis dan operasional apabila nantinya benar-benar dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah membangun jaringan pipa yang menghubungkan kawasan Biong dengan sistem penyediaan air yang sudah ada.

“Untuk Biong, salah satu kemungkinan yang perlu kita kaji adalah menyambungkan pipa dari arah Waduk Penepat,” ujarnya.

Edi mengatakan, upaya mencari sumber air baku alternatif menjadi penting agar Kota Pontianak tidak bergantung pada satu sumber air saja.

Terlebih, kondisi kemarau panjang dan intrusi air laut telah menunjukkan bahwa kualitas air baku dapat berubah dan mengganggu proses penyediaan air bersih bagi masyarakat.

“Kita tidak ingin hanya mengandalkan satu sumber. Semua alternatif akan kita uji dan hitung secara teknis,” katanya.

Menurut Edi, pencarian sumber air baku baru bukan sekadar langkah darurat ketika kualitas air Sungai Kapuas menurun. Pemerintah ingin membangun sistem penyediaan air yang memiliki cadangan dan lebih siap menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

“Ikhtiar ini kita lakukan supaya kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga, hari ini maupun ke depan,” pungkasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar