Ini Kata ICT Watch Soal Perempuan yang Perlu Literasi AI untuk Dampingi Keluarga
PONTIANAK, insidepontianak.com - Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti menyampaikan bahwa perempuan kini memerlukan bekal literasi mengenai kecerdasan artifisial atau akal imitasi (AI) agar bisa mendampingi anak dan anggota keluarga yang lain dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
"Paling tidak ibu-ibu paham. Ibu-ibu bisa mendampingi anak-anak, bisa mendampingi suaminya, bisa mendampingi lingkungan keluarganya untuk lebih paham bagaimana AI itu bekerja, bagaimana potensi dampak positif-negatifnya," katanya pada acara "Pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI" di Jakarta, Kamis.
Indriyatno mengemukakan bahwa perempuan menjadi salah satu sasaran pelatihan AI karena mereka memiliki peran sentral dalam keluarga dan lingkungan sekitar mereka.
Dengan bekal literasi AI, para perempuan bisa membantu meningkatkan pemahaman keluarga dan orang-orang di lingkungan mereka mengenai pemanfaatan teknologi baru tersebut.
Para perempuan peserta Pelatihan HerTech yang diadakan oleh Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia bersama Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) DKI Jakarta mendapatkan materi mengenai literasi digital dan dasar-dasar AI, etika dan implikasi AI, internet sehat di era AI, dan penggunaan perangkat AI.
Indriyatno mengatakan, materi pelatihan sehari itu disesuaikan dengan latar belakang para peserta yang terdiri atas guru, tenaga pendidik, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Indriyatno menyampaikan bahwa Pelatihan HerTech tidak ditujukan untuk menjadikan peserta sebagai pakar AI, tetapi memberikan pemahaman dasar kepada para peserta mengenai pemanfaatan teknologi tersebut.
"AI selalu menjadi pisau bermata dua, positif dan negatif. Setelah terbuka wawasannya di sini, ibu-ibu punya kapasitas dasar untuk mendampingi anak-anaknya ketika menggunakan AI," katanya.
Dia mengatakan bahwa pengetahuan mengenai manfaat dan risiko pemanfaatan AI perlu disampaikan secara berimbang.
"Termasuk tadi risiko disinformasi, risiko kebocoran data pribadi, kecanduan, ataupun halusinasi di mana AI memberikan jawaban yang sebenarnya tidak tepat," katanya.
Harapannya, Pelatihan HerTech dapat menjadi pembuka pintu bagi para peserta untuk lebih memahami dan mengeksplorasi pemanfaatan AI.
"Silakan setelah kita bukakan pintu, silakan explore lebih dalam lagi, karena waktu kita yang terbatas cuma satu hari ini," kata Indriyatno. (ant)
Penulis : REDAKSI
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment