Zulfydar Tuntaskan Reses di Pontianak, Aspirasi Warga dari Drainase hingga Kemacetan Mengemuka
PONTIANAK, insidepontianak.com – Persoalan infrastruktur lingkungan hingga isu strategis daerah menjadi catatan Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, setelah menuntaskan agenda reses di 11 titik di Kota Pontianak.
Selama menyambangi masyarakat, Zulfydar menerima beragam aspirasi, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase untuk mengatasi banjir, kemacetan lalu lintas, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Beragam keluhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga menyangkut persoalan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang membutuhkan perhatian serius.
Zulfydar menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui reses harus menjadi bahan evaluasi dan diperjuangkan agar dapat ditindaklanjuti pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Menurutnya, pembangunan di Kalimantan Barat tidak boleh berjalan stagnan. Program yang telah direncanakan dan ditetapkan dalam APBD 2026 harus tetap berjalan, meskipun pemerintah menghadapi berbagai tantangan.
“Pembangunan yang direncanakan pemerintah dan ditetapkan dalam APBD 2026 harus tetap berjalan. Kami sebagai bagian dari fungsi pengawasan akan terus mengawal pembangunan tersebut,” ujarnya.
Ia menilai, reses menjadi ruang penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus memastikan kebijakan pembangunan tidak terlepas dari kebutuhan di lapangan.
Dari 11 titik reses yang dikunjungi, persoalan jalan lingkungan dan drainase menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat.
Warga berharap perbaikan jalan dan saluran air mendapat perhatian agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu, terutama ketika hujan memicu genangan.
Selain infrastruktur lingkungan, masyarakat juga menyampaikan persoalan pelayanan air bersih, kebutuhan penerangan jalan, hingga fasilitas umum yang dinilai masih perlu dibenahi.
Zulfydar mengatakan, aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan dalam fungsi penganggaran dan pengawasan di DPRD Kalbar. Ia menegaskan, pembangunan harus terus bergerak agar kebutuhan masyarakat tidak berlarut-larut tanpa penyelesaian.
Percepat Perbaikan Dermaga
Selain persoalan lingkungan permukiman, Zulfydar turut menyoroti kemacetan yang semakin dirasakan masyarakat Pontianak. Menurutnya, tingginya jumlah kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia.
Duplikasi Jembatan Kapuas I menjadi salah satu upaya mendukung konektivitas, tetapi belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan lalu lintas. Pasalnya, saat ini dermaga Bardan-Siantan tak beroperasi sehingga aktivitas masyarakat menumpuk di Jembatan Kapuas I.
Ia mendorong pengoperasian kapal feri sebagai salah satu alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan. Namun, perbaikan dermaga yang rusak perlu segera mendapat kepastian penyelesaian dari Pemerintah Pusat.
Legislator PAN Kalbar ini juga mendengar ada rencana Wali Kota Pontianak untuk memberikan diskresi dengan memperbaiki dengan APBD Kota Pontianak.
"Saya mendukung langkah tersebut jika memang bantuan pusat untuk perbaikan dermaga belum juga ada," kata dia.
Namun, dia mengingatkan aspek hukum yang harus diperhatikan. Ia menyarankan jika langkah itu diambil pemerintah juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Di sisi lain, Zulfydar juga menyoroti persoalan Karhutla. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment