Pasar Murah HUT ke-25 Pontianak Serap Hasil Tani Lokal

20 Oktober 2026 15:47 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau ketiagan pasar murah di Kantor Camat Pontianak Selatan, Selasa (20/10/2026). (Prokopim)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pelaksanaan pasar murah dalam rangka Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Tetapi lebih dari itu, pasar mruah juga menjadi ruang penyerapan hasil produksi para petani dan pelaku usaha lokal.

“Banyak petani yang sayur-mayurnya kita borong, kemudian ada UMKM pembudidaya ikan, termasuk lele, serta produk-produk makanan sehat lainnya,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, ketika meninjau pasar murah di Kantor Camat Pontianak Selatan, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, pola tersebut memberikan manfaat ganda. Masyarakat mendapat akses terhadap bahan pangan yang lebih terjangkau.

Sedangakam para petani dan pelaku UMKM memperoleh kepastian pasar bagi hasil produksinya.

“Jadi bukan hanya membantu masyarakat yang membeli, tetapi juga membantu petani dan pelaku usaha kita supaya produknya terserap,” lanjutnya.

Ia menilai pasar murah dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan konsumen dengan produksi pangan lokal.

Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada komoditas sembako, tetapi juga diperluas pada produk pertanian, perikanan, dan pangan sehat.

Pada hari kedua pelaksanaan, antusiasme masyarakat disebut masih tinggi. Antrean panjang terlihat sejak kegiatan dimulai.

Pasar murah digelar di seluruh enam kecamatan di Kota Pontianak. Setelah Pontianak Tenggara dan Pontianak Selatan, pasar murah akan dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Pontianak Kota pada Rabu (21/10/2026).

Menyusul kemudian di Kantor Camat Pontianak Barat pada Senin (26/10/2026). Setelah itu, di Kantor Camat Pontianak Utara pada Selasa (27/10/2026). Terakhir di Kantor Camat Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026). 

“Kita berharap ini tidak hanya saat Hari Jadi Kota. Kalau memang dibutuhkan, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” harapnya.

Selain membantu pemasaran produk lokal, lanjut Edi, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan inflasi.

Menurutnya, ketika produksi petani dan pembudidaya lokal dapat terserap dengan baik, distribusi pangan menjadi lebih pendek dan masyarakat juga memiliki lebih banyak pilihan produk segar.

Dalam pasar murah tersebut, warga juga dapat menebus paket sembako seharga Rp120 ribu, hanya dengan membayar Rp85 ribu saja.

Setiap paket berisi beras premium lima kilogram, minyak goreng satu liter dan gula pasir satu kilogram. Total 11.636 paket disiapkan untuk enam kecamatan.***


Penulis : REDAKSI/RIL
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar