IPM Pontianak 82,8, Tapi Pengangguran Tinggi, DPRD Minta Akar Masalah Diurai
PONTIANAK, insidepontianak.com – Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak menyentuh angka 82,8 poin.
Namun angka itu dinilai belum selaras dengan kondisi ketenagakerjaan daerah. Angka pengangguran terbuka justru masih tertahan di posisi 7,8 persen. Cukup tinggi.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Mansyur, menilai perbandingan dua data tersebut sangat kontradiktif dan jomplang.
“Harusnya linear. IPM tinggi mestinya pengangguran menurun. Tapi ini dua-duanya tinggi,” ujar Mansyur, Jumat (23/10/2026).
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Pontianak ini menduga ada kesenjangan (mismatch) antara kualifikasi pencari kerja, ketersediaan lapangan usaha, hingga standar gaji dari pengusaha.
Ia mempertanyakan apakah tingginya angka pengangguran dipicu oleh sikap pemuda yang selektif memilih pekerjaan, atau lantaran tawaran gaji dari investor yang di bawah standar.
“Apakah orang Pontianak gengsi mencari kerja, atau pengusaha di sini yang tidak memberikan upah layak? Ini yang perlu kita cari benang merahnya,” tegasnya.
Mansyur pun mengaku mendapat informasi terkait dugaan sejumlah perusahaan yang belum membayar gaji sesuai ketentuan Minimum Kota (UMK).
Guna memetakan akar masalah secara obyektif, DPRD Pontianak mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi untuk melakukan kajian mendalam.
Kajian ini dinilai krusial agar Pemkot Pontianak memiliki basis data yang akurat dalam mengeksekusi program pengetasan pengangguran.
Bagi Mansyur, penciptaan lapangan kerja tidak sekadar menghitung kuantitas atau jumlah posisi yang dibuka.
“Kualitas pekerjaan, kepastian penghasilan, dan pemenuhan hak-hak pekerja juga wajib menjadi perhatian utama,” pungkasnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment