Mahasiswa Untan Geruduk DPRD Kalbar, Soroti Kabut Asap, Pajak hingga Persoalan Sawit
PONTIANAK, insidepontianak.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) 'mengepung' kantor Kantor DPRD Kalimantan Barat, Kamis (5/11/2026)].
Aksi unjuk rasa yang mengusung semangat perubahan itu menyuarakan kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.
Salah satu isu utama yang kembali disorot adalah soal kebakaran huran dan lahan (karhutla) berulang yang kerap memicu kabut asap di Kalbar.
Mahasiswa mengingatkan bahwa ancaman karhutla masih terus terjadi, seperti ditegaskan dalam poster bertuliskan, "Pembakaran hutan masih terjadi."
Selain persoalan lingkungan, mahasiswa menuntut keadilan agar masyarakat dapat hidup lebih layak. Mereka menyoroti tingginya beban pajak di berbagai aspek kehidupan, terutama di tengah tantangan ekonomi rakyat yang masih berat.
Menariknya, massa aksi turut menyinggung isu nasional berupa dugaan penyadapan terhadap Presiden. Mereka mempertanyakan aspek keamanan dan perlindungan privasi
Sebab, jika seorang kepala negara saja bisa mengalami penyadapan, bagaimana dengan perlindungan bagi masyarakat kecil.
Kritik ini disampaikan menyusul ditangkapnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi polisi lainnya karena diduga menyadap kepala pemerintahan, pejabat negara, LSM, Ormas hingga media massa.
Tak ketinggalan, tata kelola perkebunan kelapa sawit di Kalbar juga masuk dalam daftar tuntutan mahasiswa untuk mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengancam akan tetap bertahan di lingkungan Kantor DPRD Kalbar hingga ditemui oleh perwakilan dari masing-masing komisi.
Sejumlah legislator tampak hadir menerima massa aksi, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kalbar Rasmidi, Ketua Komisi II Fransiskus Ason, Ketua Komisi V Yuliana, serta anggota DPRD Kalbar Martin Luther dan Aleksander. ***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment